Kelainan Refraksi Mata

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Kelainan Refraksi Mata

Kelainan refraksi merupakan kelainan pembiasan sinar pada mata sehingga pembiasan sinar tidak difokuskan pada retina (bintik kuning). Pada kelainan refraksi terjadi ketidakseimbangan sistem optic pada mata sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Gangguan refraksi terjadi karena sinar tidak dibiaskan tepat pada retina, akan tetapi dapat di depan atau di belakang retina dan mungkin tidak terletak pada satu titik yang tajam. Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopia, hipermetropia, dan astigmatisme.

Hasil pembiasan sinar pada mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea, cairan mata, lensa, badan kaca dan panjangnya bola mata. Pada orang normal susunan pembiasan oleh media penglihatan dan panjangnya bola mata demikian seimbang sehingga bayangan mata dibiaskan tepat di macula lutea.

Mata normal disebut emetropia mata dengan kelainan refraksi mengakibatkan sinar normal tidak dapat terfokus pada macula. Hal ini disebabkan oleh kornea yang terlalu mendatar atau mencembung, bola mata lebih panjang atau pendek lensa berubah kecembungannya atau tidak ada lensa mengakibatkan Ametropi dan bila di akibatkan oleh elastisitas lensa yang kurang atau kelemahan otot akomodasi mengakibatkan presbiopi.

Pada Ametropi apabila bola mata lebih panjang pembiasan kornea berlebihan atau lensa yang terlalu kuat mengakibatkan pembiasan terlalu kuat sehingga fokus terletak didepan retina dan penderita mengalami rabun jauh ( myopia )sebaliknya bila bola mata terlalu pendek, indeks bias kurangatau kelengkungan kornea atau lensa kurang maka pembiasan tidak cukup sehingga fokus dibelakang retina dan mengakibatkan rabun dekat ( hipermetropi ). Hipermetropi tinggi terjadi akibat mata tidak memiliki lensa ( Afakia ) apabila terjadi kelainan kelengkungan kornea, infeksi kornea, distrofi atau pembiasan lensa berbeda maka akan mengakibatkan bayangan ireguler (Astigmatisme).

Jenis kelainan refraksi mata

Kelainan refraksi diklasifikasikan menjadi dua yaitu Ametropia dan Presbiopi.

Ametropia

ametropia merupakan suatu keadaan mata dengan kelainan refraksi dimana mata yang dalam keadaan tanpa akomodasi atau istirahat memberikan bayangan sinar sejajar pada fokus yang tidak terletak pada retina

Ametropia dapat ditemukan empat bentuk kelainan yaitu:

– Myopia (rabun jauh)

Miopia atau sering disebut merupakan jenis kerusakan mata yang disebabkan pertumbuhan bola mata yang terlalu panjang atau kelengkungan kornea yang terlalu cekung.

Dibagi menjadi :
Miopia aksial (sumbu mata lebih panjang dari normal)
Miopia refraktif atau pembiasan karena indeks bias optik meningkat (sistem optik terlalu kuat)

Gejalanya:
Kabur bila melihat jauh
Mata cepat lelah, pusing, dan mengantuk
Pupil agak midriasis
Bilik mata depan lebih dalam
Eksoftalmus
Retina tipis, tampak seperti macan
Melihat jelas bila dekat
Sakit kepala sering disertai juling
Celah kelopak yang sempit
Astemopia konvergensi
Myopik kresen yaitu: gambaran bulan sabit yang terlihat pada polos posterior fundus matamyopia yang terdapat pada daerah pupil saraf optik akibat tidak tertutupnya sklera oleh koroid.
Degenerasi macula dan retina bagian perifer

– Hipermetropi (rabun dekat)

Yaitu penderita dengan kelainan ini mengeluh ketajaman penglihatannya kabur baik jauh maupun dekat. Kelainan ini dapat dikoreksi dengan lensa positif / cembung. Keadaan ini banyak timbul pada anak-anak, terutama anak yang lahir prematur, dengan bertambahnya usia maka terjadi pertumbuhan bola mata sehingga ukuran koreksi lensanya menurun.

Merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titim fokusnya terletak dibelakang retina.

Gejalanya:
Mata cepat lelah , berair, sering mengantuk dan sakit kepala
Pupil agak miosis
Bilik mata depan lebih dangkal
Penglihatan dekat dan jauh kabur
Sakit kepala
Silau
Diplopia atau penglihatan ganda
Sakit mata.
Astenopia akomodatif
Ambiopia
Kelelahan setelah membaca
Mata terasa pedas dan tertekan.

– Afakia
Adalah suatu keadaan dimana mata tidak mempunyai lensa sehingga mata tersebut menjadi hipermetropi tinggi.

Gejalanya:
Benda yang dilihat menjadi lebih besar 25% dibandingm ukuran sebenarnya.
Terdapat efek prisma lensa tebal sehingga benda terlihat seperti melengkung.
Bagian yang jelas terlihat hanya bagian sentral sedangkan penglihatan tepi kabur

– Astigmatisme
Yaitu kelainan ketajaman penglihatan disebabkan karena penderita tidak dapat melihat sama jelas pada gambar disatu bidang datar. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea, pasca infeksi, dan pasca bedah kornea.

Gejalanya:
Diplopia
Gambar di kornea terlihat tidak teratur
Penurunan ketajaman mata baik jarak dekat maupun jauh
Tidak teraturnya lekukan kornea.

Presbiopi (mata tua)

Adalah gangguan akomodasi pada usia lanjut yang dapat terjadi akibat kelemahan otot akomodasi, lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sclerosis lensa.

Gejalanya:
Kelelahan mata
Mata berair
Sering terasa pedas pada mata

Komplikasi dapat terjadi pada kelainan refraksi yaitu :
Strabismus
Juling atau esotropia
Perdarahan badan kaca
Ablasi retina
Glaukoma sekunder
Kebutaan