Kelainan-kelainan Pada Janin

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Kelainan Kelainan Pada Janin

Ibu hamil harus betul-betul memperhatikan asupan gizi sehingga tumbuh kembang janin akan bagus. Ibu hamil membutuhkan kebutuhan gizi yang berbeda dibanding pada saat tidak hamil. Pada kondisi kehamilan, asupan gizi yang mencukupi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta kondisi kesehatan keturunan janin di masa yang akan datang. Ibu hamil juga harus menjaga asupan nutrisi nya, ada beberapa makanan yang mesti dihindari.

Kesehatan dan pertumbuhan janin sangat dipengaruhi apa yang dilahap oleh sang ibu. Tiap usia perkembangan janin, ada zat gizi tertentu yang dibutuhkan.

Periode kehamilan di trimester tiga merupakan salah satu periode terpenting dalam kehamilan, namun juga periode yang rawan. Di periode ini, ibu hamil memiliki risiko mengalami beberapa masalah kesehatan yang dalam kasus parah bisa menyebabkan kematian.

Ibu hamil yang kekurangan gizi cenderung berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan di trimester tiga. Apalagi jika kekurangan tidur dan anemia.
Dan yang sering terjadi adalah janin cacat akibat kekurangan nutrisi saat hamil.

Malformasi atau cacat dapat terjadi melalui tiga cara yaitu

– Pengaruh bahan berbahaya dari lingkungan luar selama periode awal perkembangan
– Penerusan abnormalitas genetik dari induknya.
– Aberasi kromosom yang terdapat pada salah satu gamet atau yang timbul pada pembelahan pertama.

Kelainan-kelainan pada janin diantaranya adalah

” Teratoma

Teratoma disebut juga fetus in fetu atau bayi dalam bayi.

Merupakan penyakit sejenis tumor yang terletak pada tulang ekor. Teratoma adalah tumor yang mengandung jaringan derivat dua, tiga lapis benih. Terjadi saat janin masih embrio. Terjadinya teratoma adalah karena embrio awal (tingkat clivage, blastula, awal grastula) lepas dari kontrol organizer. Ia seperti tubuh yang kembar tidak seimbang yang satu dapat tumbuh normal yang lain hanya gumpalan jaringan yang tdak utuh atau tidak wajar.

• Tumor ini diyakini berasal dari sel multipotensial embrio dari Hensen’s node
yang terletak di dalam tulang ekor
• Hensen’s node adalah suatu agregasi dari sel totipotensial yang merupakan pengatur utama pada perkembangan embrionik. Semula terletak di bagian posterior embrio yang bermigrasi secara caudal pada minggu pertama kehidupan didalam ekor embrio, akhirnya berhenti di anterior tulang ekor

” Fetus kompresus (fetus papiraseus)

Fetus kompresus merupakan janin kecil yang mengalami pembusukan atau mumifikasi dan biasanya ditemukan pada saat melahirkan bayi yang sehat.

Penyebabnya diduga karena matinya salah satu dari bayi kembar, kehilangan cairan ketuban atau adanya reabsorpsi dan kompresi pada janin yang meninggal oleh janin yang tumbuh dengan baik

” Sindrom edward

Adalah kelainan pada janin karena kromosom janin mengalami kelainan. Kelainan ini terjadi karena kromosom 18nya mengalami kelebihan yaitu terdapat tiga untai kromosom 18. ciri kelaian janin ini adalah retardasi mental berat, gangguan pertumbuhan, ukuran kepala dan pinggul kecil, kelaianan pada tangan dan kaki.

” Spina bifida

Spina bifida merupakan kelainan dalam perkembangan tulang belakang dan saraf tulang belakang yang mengakibatkan adanya celah pada tulang belakang serta gangguan pada otak.

Gejala dari spina bifida umumnya berupa penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir, jika disinari, kantung tersebut tidak tembus cahaya, kelumpuahnkelemahan pada pinggul, tungkai atau kaki, penurunan sensasi, inkontinensia uri (besar) maupun inkontinensia tinja, korda spinalis yang terkena rentan terhadap infeksi (meningitis).

” Sindrom patau (Trisomy)

Sindrom Patau adalah salah satu penyakit yang melibatkan kromosom, yaitu stuktur yang membawa informasi genetik seseorang dalam gen. Trisomi disebabkan oleh adanya 3 untai kromosom 13  pada tiap sel penderita, sehingga jumlah total kromosom pada tiap selnya adalah 47.

Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan berat pada perkembangan otak, jantung, ginjal, bibir dan rongga mulut (bibir sumbing) juga pertumbuhan jari tangan dan kaki. Jika gejalanya sangat berat janin akan mati setelah beberapa saat dari kelahiran.

Kelainan yang biasa terjadi pada bayi yang mengalami Sindrom Patau termasuk
– Bibir sumbing
– Memiliki lebih jari tangan atau kaki
– Kepala kecil
– Mata kecil
– Abnormaliti pada tulang rangka, jantung dan ginjal
– Pertumbuhan terbantut.

” Talasemia

Talasemia adalah salah satu kelainan pada janin. Talasemia ini memiliki ciri dimana tubuh kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga penderita mengalami anemia berat akibatnya harus transfusi darah seumur hidup

” Fenilketinoria

Adalah gangguan metabolisme salah satu jenis asam amino pembentuk protein yaitu fenilalanin yang menyebabkan hambatan atau radiasi mental. Kelainan ini jika dideteksi sejak dini dapat diminimalkan dengan cara memberi asupan fenilalanin yang banyak terdapat pada keju, susu, telur, ikan, daging, pemberian obat atau vitamin tertentu.

” Oligohidramnion

Oligohidramnion adalah suatu kondisi yang ditandai dengan jumlah cairan ketuban yang terlalu sedikit di sekeliling janin sewaktu kehamilan.
Oligohidramnion bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan bayi, seperti masalah ginjal atau saluran pencernaan, cacat jantung atau paru-paru. Dan juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor ibu, seperti hipertensi, diabetes dan pecahnya selaput ketuban secara prematur.

Penyebab rendahnya cairan ketuban adalah
– Masalah dengan perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi yang menyebabkan produksi air seninya sedikit, hal ini akan membuat cairan ketuban rendah.
– Masalah pada plasenta, karena jika plasenta tidak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi akan memungkinkan ia untuk berhenti mendaur ulang cairan.
– Kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.
– Usia kehamilan sudah melewati batas, hal ini menyebabkan turunnya fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.
– Komplikasi pada sang ibu, misalnya dehisrasi, hipertensi, pre-eklamsia, diabetes dan hipoksia kronis.

” Anensefalus (kelainan tabung saraf)

Anensefalus merupakan suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan
korda spinalis.
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan, juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir.

Faktor risiko terjadinya anensefalus adalah
– Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya
– Kadar asam folat yang rendah

Gejala

· Pada ibu – polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
· Pada bayi
– Kelainan jantung
– Kelainan pada gambaran wajah
– Tidak memiliki tulang tengkorak
– Tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)

” Akondroplasia

Achondroplasia adalah dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh gangguan osifikasi endokondral akibat mutasi gen FGFR 3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan pendek kromosom 4p16.3.4-7.

Achondroplasia merupakan kelainan pada pertumbuhan dan perkembangan tulang yang bersifat genetik. Achondroplasia disebabkan oleh mutasi gen yang merupakan faktor reseptor pertumbuhan fibroblast, yaitu gen FGFR 3. Mutasi umum menyebabkan penambahan setelah gen FGFR 3. Menghasilkan penurunan pembentukan tulang achondral dan menghambat proliferasi dan kartilago, menurunkan pembesaran sel dan menurunkan matrix tulang rawan.

Penderita Dwarfisme Achondroplasia memiliki perawakan tubuh yang pendek dan abnormal. Tinggi dewasanya rata-rata hanya 131 cm untuk pria dan 123 cm untuk wanita. Perbandingan banyaknya penderita achondroplasia adalah 1 setiap 25.000 kelahiran bayi. Semua jenis kelamin dari setiap ras memiliki kemungkinan yang sama untuk menderita achondroplasia.

” Gastroskisis dan Omfalokel

Gastroskisis dan omfalokel adalah dua jenis defek dinding abdomen kongenital yang paling sering ditemukan.
Gastroskisis adalah keluarnya usus dari titik terlemah di kanan umbilikus dimana usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion yang menyebabkan usus menonjol keluar dari tubuh. Gastroskisis terjadi karena herniasi (ruptur) pada bagian dasar tali pusar, yang menyebabkan terjadinya pemanjangan usus dalam jumlah yang bervariasi ke cairan amnion. Kejadian ini dapat terjadi pada periode antenatal (sebelum lahir) atau perinatal (pada periode di sekitar waktu lahir).

Gastroskisis terbentuk akibat kegagalan fusi somite dalam pembentukan dinding abdomen sehingga dinding abdomen sebagian tetap terbuka, dan usus sebagian besar berkembang di luar rongga abdomen janin

Gastroskisis dan omfalokele agak mirip tetapi keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Omfalokel disebabkan oleh kesalahan dalam perkembangan embrionik pada saluran pencernaan sedangkan gastroskisis disebabkan oleh cacat lahir yang menyebabkan terpisahnya dinding perut.

Omfalokel

Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut)  dan tidak dilapisi oleh kulit.

Artikel Terkait Kelainan-kelainan Pada Janin: