Kebanyakan Makan Garam Anak-anak Juga Bisa Kena Hipertensi

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Kebanyakan Makan Garam Anak Anak Juga Bisa Kena Hipertensi

Kegemukan atau penyakit jantung akibat kebanyakan mengkonsumsi garam atau gula biasanya dialami oleh orang dewasa. Namun sebuah studi mengemukakan bahwa anak-anak yang makan garam sama banyaknya dengan orang dewasa dan berat badannya melebihi normal juga berisiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini baik orang dewasa maupun anak-anak mengonsumsi rata-rata 3.400 miligram garam setiap harinya. Angka ini cukup mengejutkan karena para pakar telah merekomendasikan agar garam yang dikonsumsi perharinya tak lebih dari 2.300 miligram atau sama dengan 1 sendok teh.

Peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang mengalami obesitas dan menaikkan asupan garam hariannya sebesar 1.000 miligram saja maka risiko tekanan darah tingginya ikut naik hingga 74 persen. Tapi bagi anak-anak yang berat badannya normal risikonya hanya sebesar 6 persen.

Kebanyakan garam yang dikonsumsi partisipan berasal dari makanan yang biasa mereka makan, bukannya ditambahkan di meja makan. Diantaranya roti, makanan beku, pizza, daging segar atau olahan, sup, roti lapis, keju, pasta, makanan berbahan daging dan cemilan.

Padahal ke-10 jenis makanan ini telah dikukuhkan Centers for Disease Control and Prevention sebagai 10 sumber makanan yang bertanggung jawab terhadap 44 persen asupan garam yang dikonsumsi banyak orang.

Jika tekanan darah Anda sudah tinggi sejak kecil, efeknya bisa bertahan hingga dewasa. Padahal tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko paling signifikan untuk penyakit kardiovaskular (penyakit jantung). Lalu mengapa anak-anak yang kelebihan berat badan juga berisiko lebih tinggi mengidap hipertensi? Banyak ilmuwan yang mengaku tak bisa menjelaskannya dengan baik tapi mereka menemukan bahwa anak yang kelebihan berat badan jadi cenderung lebih sensitif terhadap efek garam di dalam tubuhnya.

Disinilah peranan orangtua sangat dibutuhkan. Orangtua dapat mengurangi peluang anak-anaknya untuk menderita tekanan darah tinggi dimulai dari mengecek label yang tercantum di kemasan produk makanan karena garam banyak ‘tersembunyi’ di berbagai jenis makanan, apalagi makanan olahan. Kalau perlu orangtua diminta hanya membeli produk makanan yang kandungan garamnya memang rendah.

Di restoran, tanyakan pada pelayan apakah mereka menyediakan informasi tentang kandungan gizi dari setiap makanan yang disajikan atau kalau bisa mintalah mereka untuk tidak menambahkan garam pada makanan yang dipesan. Hal yang terpenting adalah menurunkan berat badan anak dengan olahraga dan mengatur pola makannya, termasuk menambahkan asupan buah-buahan dan sayuran.