Kanker Serviks/Kanker Rahim

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Kanker Servikskanker Rahim

title: Kanker Serviks/Kanker Rahim author: GoSehat.com type: post date: 2013-10-03T08:56:51+00:00 url: /kanker-servikskanker-rahim categories: - Kanker Servik


Kanker Serviks adalah kanker yang menyerang area serviks atau leher rahim, yaitu area bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dan vagina. Kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di negara berkembang. Kanker serviks atau leher rahim merupakan jenis kanker terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara. Bahkan diperkirakan, setiap 1 jam 1 orang perempuan di Indonesia meninggal dunia karena kanker serviks. Setiap tahun, terdeteksi lebih dari 15 ribu kanker serviks di Indonesia dengan sekitar 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause dan sering menyrang wanita yang berusia 50-60 tahun. Kanker rahim dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh seperti indung telur, saluran telur dan sistem getah bening.

Ada dua tipe umum kanker serviks
– Squamous cell carcinomas terdapat pada bagian bawah serviks. Tipe ini menjadi penyebab sekitar 80 sampai 90 persen kanker serviks.

– Adenocarcinomas terjadi pada bagian atas serviks. Tipe ini menjadi penyebab 10 sampai 20 persen kanker serviks.

Kanker serviks baru akan menujukkan gejala serius, setelah 10-20 tahun kedepan pada wanita yang menikah atau aktif secara seksual. Karena pada fase prakanker dan stadium awal, memang tidak menujukkan gejala apapun. Pada intinya setiap perempuan memiliki risiko terkena kanker serviks, meskipun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan peluang terkena kanker serviks, seperti bergonta-ganti pasangan.

Kanker serviks cenderung terjadi pada wanita paruh baya. Kebanyakan kasus ditemukan pada wanita yang dibawah 50 tahun. Ini jarang terjadi pada wanita muda (usia 20tahunan). Banyak wanita tidak tahu bahwa ketika menjadi tua, mereka masih beresiko terkena kanker serviks. Itulah sebabnya penting bagi wanita lebih tua untuk tetap menjalani tes Pap Smear secara teratur

Penyebab

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) yang sebagian besar disebabkan oleh penularan seksual. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Gejala

Beberapa gejala nya:

  • keputihan pada vagina yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal)
    * pendarahan pada vagina
    * sakit saat buang air kecil
    * rasa sakit saat berhubungan seksual
    * pendarahan di luar siklus menstruasi
    * penurunan berat badan drastis
    *Pada stadium lanjut:
    – kurang nafsu makan
    – sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak
    – sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak
    – berat badan naik-turun
    – tidak dapat buang air kecil
    – bocornya urin / air seni dari vagina
    – pendarahan spontan setelah masa menopause
    – tulang yang rapuh dan nyeri panggul
    – pembesaran ginjal

Cara deteksi kanker serviks lebih dini:

• Metode IVA

Untuk deteksi dini kanker serviks, selain test Pap Smear, metoda lain yang dapat menjadi pilihan adalah IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

• Test Pap Smear
dinamakan sesuai dengan penemunya, Dr. George Papanicolaou (1883-1962) dari Yunani. Test ini digunakan menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal dalam serviks (leher rahim).

• Pemeriksaan Panggul
Pemeriksaan panggul adalah bagian dari perawatan kesehatan rutin seorang wanita

• Thin prep
merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dari pap smear, karena pap smear hanya mengambil sebagian sel dari leher rahim

Faktor Resiko

Faktor-faktor resiko dibawah ini dapat meningkatkan peluang seorang wanita terkena kanker serviks:

• Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)
HPV adalah sekelompok lebih dari 100 virus yang berhubungan yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, ditularkan melalui kontak kulit seperti vaginal, anal, atau oral seks.

• Infeksi Klamidia
Ini adalah bakteri yang umum menyerang organ wanita, tersebar melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa ia terinfeksi kecuali dilakukan tes untuk klamidia selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi saat ini berada dalam resiko kanker serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah serius lainnya.

• Merokok
Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.

• Hamil pertama di usia muda
Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker serviks di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua

• Infeksi HIV
HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS- tidak sama dengan HPV. Ini dapat juga menjadi faktor resiko kanker serviks. Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.

• Diet
Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih tinggi.

• Pil KB
Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda. Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Tidak ada yang tahu mengapa ini dapat terjadi.

• Penghasilan rendah
Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap Smear secara rutin.

• DES (diethylstilbestrol)
DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker serviks dan vagina sedikit lebih tinggi.

• Riwayat Keluarga
Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks, resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.

Pencegahan

Anda dapat mengurangi risiko kanker serviks dengan mengambil tindakan pencegahan infeksi virus HPV. Gunakanlah kondom ketika berhubungan seksual karena hal tersebut dapat mengurangi risiko terinfeksi virus HPV.

Berikut adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk mencegah timbulnya kanker serviks:

• Pap smear
• Vaksin HPV
• vaksinasi HPV
• Makan-makanan bergizi
• Olahraga rutin
• rutin melakukan pap smear
• tidak merokok
• Tidak berganti-ganti pasangan
• tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini.
• Bila sudah menikah atau aktif secara seksual, perempuan wajib memelihara kesehatan tubuh
• memperbanyak konsumsi sayuran yang berwarna hijau tua dan kuning karena jenis makanan ini banyak mengandung beta karoten, vitamin C, serta E yang ampuh menangkal kanker.

Artikel Terkait Kanker Serviks/Kanker Rahim: