Kanker Rahim

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Kanker Rahim 2

Menurut penelitian kanker akan menggantikan posisi penyakit jantung sebagai pembunuh nomor satu di dunia. Dari sekian banyak kanker, kanker serviks merupakan pembunuh manusia nomor dua didunia dan nomor satu di Indonesia. Kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker paling umum yang biasanya diderita wanita diatas usia 15 tahun.

Orang awam mengenal kanker rahim adalah satu jenis saja, namun sebenarnya kanker rahim memiliki jenis yang lebih dari satu. Cukup banyak jenis kanker rahim dan ada tiga yang yang paling banyak menyerang wanita yaitu; kanker serviks (leher rahim), kanker ovarium (indung telur), dan kanker endometrium (badan rahim).

A. Kanker serviks

Kanker serviks merupakan kanker pembunuh nomor 1 kaum perempuan. Semua wanita berisiko mengalami kanker serviks dan akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia dan menyentuh kehidupan wanita pada saat terpenting dalam hidupnya yaitu usia antara 30-50 tahun.

Gejala

– Keputihan berlebihan, berbau busuk dan tidak sembuh-sembuh. walaupun tidak semua keputihan pertanda adanya kanker. Keputihan bisa terjadi karena ada rangsangan lain.
– Pendarahan di luar siklus haid, terutama pendarahan setelah berhubungan intim.
– Jika kanker sudah mencapai stadium 3 ke atas, akan terjadi pembengkakan di berbagai anggota tubuh, seperti paha, betis, dan tangan. Saat masih stadium prakanker tidak muncul gejala.

B. Kanker ovarium

Sering terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit mendeteksinya pada stadium dini. Karena lokasi ovarium berada di dalam rongga panggul, sehingga tidak terlihat dari luar. Biasanya kanker ditemukan lewat pemeriksaan dalam. Bila ditemukan kista, maka akan di USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker atau tidak.

Tidak semua kanker merupakan kista, kista yang mengarah kanker biasanya berokus-lokus atau bersekat-sekat. Dindingnya tebal an tidak teratur. Pemeriksaan lainnya, CT Scan dan tumor marker (pertanda tumor) lewat pemeriksaan darah.

Gejala

– Muncul gejala yang tidak spesifik seperti; perut terasa begah, kembung, tidak nyaman, namun kebanyakan justru tidak merasakan gejala apa-apa.
– Perut membesar, terasa ada benjolan
– Nyeri panggul
– Gangguan BAB akibat penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing
– pada keadaan yang lebih lanjut bisa terjadi penimbunan cairan di rongga perut sampai mengalir ke rongga dada, sehingga perut kelihatan sangat buncit.
– Terkadang muncul gejala sesak napas.

C. Kanker endometrium

Gejala

Terdapat pendarahan, terutama pada pasca menopause atau diluar masa haid, dan jika haidnya sangat lama dan banyak, karena berarti endometriumnya semakin menebal.

Penyebab kanker serviks adalah infeksi atau reinfeksi HPV (Human papiloma virus). Sekitar 99,7 persen kanker serviks disebabkan HPV onkogenik atau penyebab kanker. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Dari sekitar 96 jenis tipe HPV ditemukan bahwa HPV onkogenik sekitar 19 tipe. HPV 16 dan 18 merupakan penyebab kanker paling banyak di dunia.

Menurut penelitian penyebab kanker paling banyak di Indonesia ialah HPV 16, 18 dan 52. identifikasi virus HPV ini dilakukan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya. Sekitar 70%-80% adalah infeksi HPV 16 dan 18. Serta sekitar 5% merupakan kombinasi dari infeksi HPV 16, 18 dan 52. Jadi kemungkinan terjadi infeksi yang tidak tunggal.

Sebenranya virus memiliki sifat alami untuk bisa sembuh dengan sendirinya. Sekitar 75%-90% infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya sekitar 2 persen yang berkembang menjadi kanker. Dari 100 orang yang terkena infeksi, artinya hanya dua orang yang akan berkembang menjadi kanker tetapi kita tidak bisa mengetahui siapa yang akan terkan.

Ada beberapa faktor yang bisa mempertinggi kemungkinan infeksi HPV berubah menjadi kanker, antara lain ialah kebiasaan berhubungan seks abnorma;, berganti-ganti pasangan, merokok, menikah di usia yang sangat muda dan usia yang semakin tua.

Wanita yang menikah di usia muda, hubungan seksual dilakukan saat serviks belum matang sehingga mudah ditembus virus. Sedangkan bagi wanita yang sudah tua, risiko semakin tinggi karena penurunan proses recovery dari sel sehingga lebih mudah ditembus virus.

Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks sebenarnya memakan waktu cukup lama, bisa mencapai 10-20 tahun. Sayangnya, proses ini seringkali tidak dirasakan para penderita. Karena proses infeksi HPV kemudian menjadi prakanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Perkembangan infeksi HPV, mulai dari lesi derajat rendah ke lesi derajat tinggi yang kita sebut dengan stadium 0, yang artinya belum ada metasasis atau penyebaran karena membran masih kuat menahan.

Pada lesi derajat rendah, bisa saja akan kembali normal tergantung dari daya tahan tubuh. Namun jika sudah menjadi lesi derajat tinggi maka harus segera dilakukan tindakan kedokteran.

Artikel Terkait Kanker Rahim: