Kanker Leher Rahim

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim termasuk kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita di Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun. Sekitar 80% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV.

Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan dapat disembuhkan dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, selama diketahui pada stadium awal.

Kanker leher rahim bisa diketahui melalui skrinning leher rahim yang terdiri dari:
– Pap smear
Pap smear merupakan pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim di mana sampel diambil melalui lubang vagina. Ada dua macam pap smear yaitu:
– pap smear konvensional
– Sitologi serviks berbasis cairan
Sitologi servis berbasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Pada metode sitologi serviks sampel dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop lebih jelas dan akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah di deteksi.

– HPV DNA
Merupakan pemeriksaan molekular yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari serviks. Infeksi HPV jenis risiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim ada 13 tipe yakni 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68.

Pemeriksaan laboratorium sangat penting karena penyakit leher rahim biasanya tidak disertai gejala-gejala khusus, khususnya pada stadium awal. Setelah keganasn menyebar luas (stadium infasif), penderitanya mengeluh pendarahan dari vagina, nyeri saat senggama dan nyeri saat berkemih.

Skrining kanker leher rahim dilakukan jika:
– Berusia kurang dari 21 tahun:
Skrining dengan pap smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal selanjutnya dilakukan setahun sekali.

– Berusia antara 21-30 tahun:
Skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.

-Berusia di atas 30 tahun:
Pemeriksaan pap smear dan HPV DNA secara berkala. Wanita usia di atas 30 tahun yang telah aktif secra seksual berisiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap. Infeksi HPv yang menetap berkaita dengan kejadian kanker leher rahim.

Skrining kanker leher rhaim pada kondisi khusus

« Wanita yang sudah diangkat rahimnya
· Masih perlu melakukan skrining, jika sebelum rahim diangkat:
– pasien memiliki hasil pap smear HSIL
– pasien memiliki riwayat CIN 23
– pasien belum pernah melakukan pemeriksaan sitologi serviks.
Pemeriksaan dilakukan setiap tahun, jika selama tiga tahun berturut-turut hasilnya negatif maka setelah itu skrining bisa dihentikan.

· Tidak perlu melakukan skrining, jika pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat pemeriksaan pap smear maupun HPV DNA abnormal.

« Pasca vaksinasi
Skrinning kanker serviks secara rutin tetap diperlukan oleh wanita yang sudah vaksin karena:
– Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap ke 13 jenis HPv tipe risiko tinggi, tetapi hanya tipe 16 dan 18.
– perlinf=dungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap.
– Pasien yang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18, maka vaksin tidak memberikan perlindungan sempurna.

Persiapan sebelum melakukan papsmear
– pastikan tidak sedang menstruasi, waktu yang baik adalah lima hari setelah haid berakhir.
– Hindari hubungan seksual dalam waktu 2 hari sebelum melakukan pemeriksaan.
– Hindari penggunaa tampon, jeli atau krim vagina selama 3 hari sebelum pemeriksaan.
– Hindari pencucian (doche) vagina selama 2-3hari sebelum pemeriksaan.

Artikel Terkait Kanker Leher Rahim: