Jenis Kehamilan yang Bermasalah

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Jenis Kehamilan Yang Bermasalah

Beberapa kehamilan bisa digolongkan ke dalam kehamilan bermasalah, ada beberapa kehamilan bermasalah yang dapat diketahui pada triwulan pertama, yang biasanya ditandai dengan pendarahan dan kemudian keguguran (abortus). Munculnya masalah dalam kehamilan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa disebabkan karena kehamilan itu sendiri, misalnya perdarahan, mual, atau muntah, atau disebabkan oleh penyakit yang diderita si ibu, contohnya, penyakit jantung bawaan, kencing manis yang tak terkontrol, atau diabetes melitus,

Masalah kehamilan juga bisa disebabkan oleh masalah lingkungan, seperti kurang gizi, sosial ekonomi yang rendah, lingkungan yang tidak mendukung, fasilitas yang tidak memadai, serta faktor geografis. Di luar itu semua, masalah pada janin, misalnya karena kelainan kromosom atau cacat bawaan, bisa menyebabkan kehamilan bermasalah juga.

  1. Hamil anggur

Kehamilan anggur adalah kehamilan dengan plasenta yang tidak normal karena masalah yang muncul pada saat sel telur dan sperma bergabung diakibatkan keridaksempurnaan genetik pada saat pembuahan, sehingga ada pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim. Janin di dalam rahim berbentuk gelembung-gelembung putih mirip anggur. Gelembung-gelembung (diamater 1 mm hingga 2 cm) ini sebenarnya degenerasi hidropik dari villi chorialis.

Perkembangan sel telur yang seharusnya menjadi janin justru terhenti, yang terus berkembang adalah sel-sel trofoblas yang nantinya akan menjadi plasenta dan membentuk gelembung-gelembung berisi cairan. Diameter ukuran antara 1 milimeter sampai 1 – 2 sentimeter. Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah. Tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan.

Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu. Pendarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur.

Ditandai dengan kehamilan yang lebih besar dari umur kehamilan pada umumnya, peningkatan tekanan darah, mual, muntah, vlek, dan perdarahan, serta dapat memilki gejala sakit tiroid. Periksakan leher rahim untuk mengetahui tanda-tanda yang lain seperti rahim membesar atau mengecil, ovarium yang membesar, serta mendeteksi kadar hormon hCG yang abnormal. Kehamilan anggur dapat terlihat melalui usg.

  1. Kehamilan dengan kista

Kista adalah kantung berisi cairan yang muncul secara tidak normal dalam jaringan tubuh. Kista dapat muncul di berbagai organ tubuh. Salah satunya pada indung telur. Kista yang muncul di dalam indung terur bisa sebesar kacang atau bahkan besar sekali, lebih besar dari ukuran bayi. Kebanyakan jenis ini tidak berbahaya dan sering ditemukan pada wanita usia subur. Beberapa dapat menyebabkana perdarahan dan rasa sakit. Ada pula kista yang berupa karsinoma (bibit kanker). Bila kista ini merupakan bibit kanker, anda perlu berkonsultasi pada dokter onkologi.

Ditandai rasa sakit pada perut bawah, otot pelvis, vagina, paha, dan punggung bawah. Rasa sakit ini bisa terasa terus menerus atau hilang timbul. Gejala lainnya adalah rasa mual, muntah, pertambahan berat badan, kelelahan, pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah meningkat. Timbulnya kista jenin ini dapat berpengaruh pada siklus menstruasi dan timbulnya rasa sakit sebelum atau pada masa menstruasi.

Tindakan untuk mengatasi kista tergantung pada ukuran, gejala, dan jenis keganasan kista tersebut. Kista ada berbagai macam. Bila kista timbul tanpa rasa ketidaknyamanan, anda hanya perlu pemeriksaan teratur ke ginekolog. Bila ada rasa sakit, diatasi obat seperti ibuprofen atau acetaminophen. Bila kista lebih dari 5 cm, baik anda dalam keadaan hamil maupun tidak, maka kista tersebut harus diangkat melalui operasi. Operasi pengangkatan kista pada wanita hamil harus menunggu sampai janin berusia empat bulan. Pada beberapa kasus, kista bisa hancur dengan sendirinya. Kalaupun kista tidak hancur, janin tetap bisa berpeluang lahir selamat.

  1. Kehamilan kosong (blighted ovum)

Kehamilan tanpa janin atau telur kosong ini termasuk jenis keguguran yang spontan, karena tidak ada pertumbuhan janin di dalam rahim atau kosong, hanya berisi cairan, maka akan keluar dengan sendirinya, dan berakhir dengan keguguran.

Kelainan kehamilan kosong ini biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan. “Kehamilan kosong biasanya bisa diketahui setelah usia kehamilan di atas 7-8 minggu. Lakukan USG pada kunjungan pertama sehingga sejak dini dapat diketahui kehamilannya ada di dalam atau di luar.

Sekitar 60 persen kehamilan kosong disebabkan kelainan kromosom dan gen. Sisanya disebabkan berbagai faktor, seperti infeksi, Diabetes Melitus yang tidak terkontrol, kelainan imunologi, dan kelainan yang berasal dari sel telur dan sperma. Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu, namun tetap harus diwaspadai akibat dari komplikasi tindakan yang dilakukan.

  1. Hamil di luar kandungan/Kehamilan ektopik

Kehamilan di luar kandungan yaitu sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma tidak menempel di dalam rahim. Adanya di saluran tuba, atau saluran indung telur, yaitu saluran yang tidak siap untuk menerima kehamilan. Jika konsepsi menempel pada salah satu organ-organ itu, konsepsi tidak bisa berkembang menjadi embrio karena organ tersebut tidak cukup memiliki ruang ataupun jaringan yang bersifat melindungi seperti rahim.

Jika embrio sampai tumbuh, calon ibu beresiko mengalami perdarahan dan terancam. Janin kehamilan ektopik hampir tidak pernah lahir hidup, bahkan biasanya gugur pada delapan minggu pertama. Gejalanya adalah mual muntah, pusing, lemah dan rasa sakit pada salah satu bagian di perut bawah serta disertai perdarahan ringan. Jika tuba falopii pecah, akan terjadi perdarahan dalam yang sangat serius serta timbul rasa sakit sampai calon ibu bisa pingsan.

Tanda-tanda yang terjadi pada kehamilan di luar kandungan yang lebih dominan adalah nyeri perut, kemudian terjadi perdarahan pada vagina, disertai dengan keadaan umum ibu yang makin menurun dan pucat. Perdarahan terkumpul pada rongga perut. Padahal, pada ibu hamil, tidak boleh mengalami perdarahan pervagina sebelum waktu persalinan. Maka itu, jika sudah ada tanda-tanda perdarahan, segera cari pertolongan.

Pengobatan untuk kehamilan di luar kandungan tergantung penyebabnya. Kalau abortus yang sedang mengancam, biasanya masih bisa dipertahankan sedapat mungkin misalnya dengan bedrest total, obat-obatan anti-kontraksi dengan hormon dan sebagainya. Kalau sudah terjadi harus segera dikeluarkan. Jika sudah tahap incomplete atau sudah terjadi pun harus dikeluarkan dengan kuretase atau dibersihkan. Jika disebabkan oleh infeksi, harus ditanggulangi terlebih dahulu infeksinya, namun kalau karena trauma, untuk ke depannyadijaga agar tidak sampai terjadi lagi dengan jalan rutin memeriksakan kandungan.

Artikel Terkait Jenis Kehamilan yang Bermasalah: