Jenis-jenis Hernia

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Jenis Jenis Hernia

Hernia bisa terjadi ketika bagian dari usus menonjol melalui kelemahan pada otot perut. Sebuah tonjolan lunak terlihat di bawah kulit dimana hernia terjadi. Pada anak-anak, hernia biasanya terjadi pada salah satu dari dua tempat
Di sekitar pusar
Di daerah selangkangan atau skrotum

Jenis-jenis hernia

« Hernia pada pusar (umbilikus)

Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mmenonjol keluar melalui dinding perut sebelah pusar. Pada bayi dengan hernia umbilikalis, orangtua bisa melihatnya jika ada yang menggembung di sekitar wilayah pusar saat bayi menangis. Hernia umbilikalis umumnya menyerang bayi baru lahir dan bayi berusia kurang dari 6 bulan, wanita yang kelebihan berat badan, atau mereka yang telah beberapa kali hamil juga memiliki risiko mengembangkan hernia umbilical.

Ketika janin tumbuh dan berkembang selama kehamilan, ada lubang kecil pada otot perut yang memungkinkan tali pusat menghubungkan ibu ke bayi. Sebelum kelahiran, bukaan pada otot perut itu menutup. Kadang-kadang, bukaan itu tidak menutup sepenuhnya, dan masih ada lubang kecil. Sebuah lekukan usus dapat bergerak ke dalam lubang di antara otot perut itu dan menyebabkan hernia.

Ketika bayi berada dalam kandungan, ada bagian dinding perut yang terbuka di bawah pusarnya. Seharusnya, lubang tersebut tertutup setelah lahir. Namun, pada sebagian kecil bayi, proses penutupan tidak berlangsung sempurna. Bila terjadi peningkatan tekanan dalam rongga perut, misalnya karena menangis, daerah sekitar pusar tampak membesar atau menonjol.

Risiko terjadinya hernia meningkat pada bayi yang lahir prematur atau memiliki ayahibu yang memiliki hernia sewaktu bayi. Tetapi sekitar 90% bayi yang mengalami hernia umbilikus dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan seiring bertambahnya usia mereka. Biasanya pada saat bayi berusia 1 tahun. Namun jika tidak sembuh, operasi adalah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan.

« Hernia pada lipatan paha (Inguinalis)

Hernia inguinalis yang terjadi saat ada sebagian usus yang menjulur dari abdomen bawah dan mencuat ke selangkangan. Merupakan bentuk hernia yang paling umum, persentasenya 90% lebih dari seluruh penderita hernia. Usus akan mendorong cincin kecil dari otot di selangkangan, akhirnya membelah bagian serat otot.

Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling umum terjadi. 75% kasus hernia merupakan jenis hernia inguinalis. Sekitar 25% pria akan terkena penyakit ini. Sedangkan risiko bagi wanita lebih kecil, yaitu sekitar 3% dan sangat umum terjadi di usia pertengahan.

Hernia jenis ini lebih sering dialami oleh bayi atau anak laki-laki, karena saluran tempat turunnya buah pelir dari rongga perut ke kantung buah pelir tetap terbuka saat lahir. Ukuran lubang cukup besar, sehingga sebagian usus bayi bisa turun ‘mengikuti’ buah pelir membentuk benjolan (kurang-lebih sebesar ibu jari orang dewasa).

Hernia lipatan paha sering dikira sebagai hidrokel (cairan di kantung buah pelir), sebenarnya itu adalah dua hal yang berbeda. Hanya dokter yang bisa membedakan kedua hal ini. Namun hernia jenis ini sangat sedikit terjadi, hanya sekitar 4% bayi laki-laki, dan lebih dari 30% bayi prematur yang mungkin mengalami hernia pada lipatan paha.

Ditandai dengan bagian usus menonjol melalui sebuah lubang di bagian bawah perut, dekat pangkal paha, yang disebut kanalis inguinalis. Hernia Inguinalis didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis sendiri adalah saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan

Untuk mengetahuinya, Anda bisa meraba apakah ada tonjolan di mana paha dan pangkal paha bertemu. Bagian menonjol dari usus dapat masuk ke skrotum, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit. Gejala lainnya adalah rasa sakit pada area tersebut saat Anda batuk, mengangkat sesuatu yang berat, atau membungkuk. Hernia inguinalis membutuhkan pembedahan untuk memperbaikinya.

Faktor risiko untuk hernia inguinalis adalah

– Sering mengangkat beban berat
– Menderita batuk jangka panjang
– Usia – Risiko terkena hernia akan meningkat seiring bertambahnya usia
– Jenis kelamin – Pria lebih rentan terkena penyakit ini
– Obesitas (indeks massa tubuh mengindikasikan angka 30 atau lebih)
– Menderita konstipasi (sulit atau tidak bisa buang air besar) jangka panjang.

« Hernia diafragmatik (Hiatus)

Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian perut yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Akibatnya, bayi baru lahir sering langsung sesak dan biru. Dan perlu penanganan segera oleh dokter jika hal itu terjadi.

Diafragma adalah lembaran otot yang terletak di dasar paru-paru yang sangat penting untuk pernapasan. Titik terlemah diafragma adalah saluran kecil yang bisa terhubung dengan kerongkongan. Hernia hiatus berarti bahwa bagian kerongkongan dan perut menonjol melalui lubang ke dalam rongga dada.

Pada jenis ini terjadi karena adanya pembukaan diafragma dimana esofagus (pipa bahwa makanan bergerak ke bawah) bergabung perut. Jika otot di sekitar pembukaan diafragma menjadi lemah, bagian paling atas dari perut seseorang dapat menonjol keluar melalui diafragma.

Hernia Hiatus yang umum, meskipun kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Berbeda dengan jenis yang lain, Anda tidak akan dapat melihat tonjolan di bagian luar tubuh, tetapi Anda mungkin merasa mulas, gangguan pencernaan, dan nyeri dada. Hernia hiatus dapat diobati dengan obat-obatan dan diet perubahan, tetapi kadang-kadang memerlukan operasi.

Gejalanya antara lain mual dan kesulitan menelan. Radang kerongkongan merupakan komplikasi yang mungkin juga terjadi. Pengobatan untuk mengurangi gejalanya antara lain dengan menggunakan obat antasida, menghilangkan kelebihan lemak tubuh dan tidur dengan kepala lebih tinggi daripada kaki.

Hernia hiatus juga termasuk jenis hernia yang umum terjadi dan dari seluruh kasus hernia, terdapat 10% yang berjenis ini. Tidak semua penderitanya merasakan adanya gejala. Tetapi gejala yang mungkin muncul adalah nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan).

« Hernia femoral

Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam atau ke selangkangan. Tepatnya di lokasi pertemuan kaki dan tubuh. Persis seperti yang terjadi pada hernia inguinalis, usus memaksa keluar melalui cincin otot yang lemah pada kanalis femoralis hingga akhirnya menonjol keluar. Bagian usus ini berisiko tercekik, yang merupakan komplikasi serius yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Hernia femoralis lebih sering terjadi pada wanita. Selain faktor jenis kelamin dan usia, hernia femoralis memiliki faktor risiko yang mirip dengan hernia inguinalis. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini juga empat kali lebih tinggi daripada pria. Penyakit ini dapat menyerang wanita dari segala usia. Hernia femoralis adalah jenis hernia yang lebih jarang terjadi dibandingkan hernia inguinalis.

« Hernia Insisional

Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh di abdomen.

Hernia insisional adalah adanya tonjolan bagian dari usus melalui perut sekitar sayatan bedah. Ini terjadi karena sisa bekas operasi justru melemahkan jaringan otot di perut. Jenis hernia insisional membutuhkan operasi lagi untuk memperbaikinya. Jika Anda pernah menjalani operasi di daerah perut Anda, Anda mungkin akan berpotensi mengalami jenis hernia ini.

Setelah pembedahan perut, bekas lokasi operasi biasanya selalu memiliki struktur otot yang lemah. Disinilah usus mendorong keluar melalui sayatan tertutup, yang akhirnya menyebabkan hernia. Tiap operasi pasti memiliki risiko. Salah satu risiko komplikasi pada operasi daerah perut adalah hernia insisi. Tetapi risiko terjadinya penyakit ini pada pascaoperasi tergantung pada jenis operasi yang dijalani pasien.

« Hernia Strangulasi

Hernia yang menolak kembali ke posisinya setelah ditekan secara manual melalui dinding perut, sebelumnya kita sudah kenal sebagai hernia non redusibel. Ini berarti usus yang keluar akan tercengkeram erat oleh cincin otot, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan tercekiknya usus. Yang paling rentan pada komplikasi ini adalah hernia femoralis.

Gejala hernia strangulasi antara lain mual, muntah, dan nyeri hebat. Pertolongan medis atau operasi harus segera dilakukan. Jika tidak diobati, hernia yang terjepit bisa menyebabkan gangren pada usus yang terperangkap.

« Hernia Spigelian

Hernia yang terjadi saat ada sebagian usus menjulur dari abdomen pada otot perut bagian samping dan mencuat di bawah pusar. Hernia jenis ini cukup langka dan terjadi di sepanjang tepi otot perut melalui fasia spigelian, lapisan jaringan fibrosa ke sisi perut.

« Hernia epigastrik

Epigastrium disebut juga sebagai hernia ventral yaitu bagian dari usus atau jaringan lemak menonjol melalui otot-otot perut yang terletak antara pusar dan dada. Data terbaru menyebutkan bahwa sekitar 75% penderita hernia epigastrium terjadi pada laki-laki. Operasi adalah cara yang umum untuk menyembuhkannya.

Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.

Artikel Terkait Jenis-jenis Hernia: