Hipotiroid

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Hipotiroid

Hipotiroid (underactive thyroid) atau tiroid kurang aktif merupakan suatu kondisi di mana kelenjar tiroid, yang menghasilkan hormon untuk mengatur metabolisme tidak berfungsi dengan baik. Pengeluaran hormon tiroid akan berkurangan mengakibatkan fungsi badan menjadi perlahan.

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher yang memproduksi hormon untuk mengontrol kecepatan metabolisme. Jenis yang paling umum dari gangguan tiroid meliputi hipotiroidisme, yaitu kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon dan hipertiroidisme, yaitu kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon.

Tugas utama kelenjar tiroid adalah membuat dan menyalurkan hormon tiroid ke seluruh tubuh. Hormon ini merupakan salah satu pengatur utama metabolisme setiap sel dan jaringan tubuh. Sehingga diperlukan jumlah hormon yang cukup untuk terus-menerus menjaga kesehatan.

Pada usia dini hormon tiroid dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan. Kekurangan hormon tiroid pada usia dini akan menyebabkan kecerdasan anak kurang berkembang dan tubuhnya juga tidak bertumbuh optimal sehingga bisa jadi pendek.

Gejala umum kelainan tiroid, baik hipo maupun hiper, adalah pembesaran kelenjar tiroid atau biasa dikenal dengan gondok atau nodul. Namun, pada banyak kasus, kelainan tiroid tidak disertai gondok.

Saat sekarang ini, tiroid menempati urutan kedua daftar penyakit endokrin setelah diabetes. Sebanyak 10 hingga 20 persen pasien endokrin menderita gangguan tiroid yang kurang aktif yang akan mengakibatkan hipotiroid (kekurangan hormon tiroid), berdampak menurunkan mental dan daya pikir pada janin sehingga ketika lahir berpotensi tumbuh kerdil (cretin) dan menyandang down syndrome. Hipotiroid juga meningkatkan kadar kolesterol, sehingga meningkatkan risiko sakit jantung.

Hipotiroidisme terdiri dari primer dan sekunder. Hipotiroidisme primer karena kekurangan hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormon), dan TRH (Thyroid Releasing Hormon). TSH berfungsi untuk memelihara pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid. Dan TRH merupakan hormon yang diproduksi hipotalamus dan merupakan stimulator bagi TSH dan laktogen. Kondisi primer dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang sering digunakan dalam pengobatan kanker. Bayi juga dapat mengalami hipotiroidisme kondisi primer, yang disebut congenital hypothyroidism akibat agenesis atau disgenesis kelenjar tiroid karena asupan obat anti-tiroid pada ibu hipertiroid yang sedang mengandung.

Kondisi hipotiroidisme primer juga bisa dialami oleh para ibu pada masa 1 tahun setelah melahirkan, yang dikarenakan peningkatan antibodi anti-tiroid setelah persalinan. dan biasa disebut postpartum thyroiditis. Pada kondisi tersebut, ibu akan mengalami hipertiroidisme ringan segera setelah persalinan, kemudian akan berubah menjadi hipotiroidisme yang bisa bertahan dengan jangka 6 bulan hingga lebih dari 4 tahun.

Hipotiroidisme sekunder jarang terjadi. Kalaupun ada, yang biasanya sering terjadi adalah akibat proses autoimun, seperti penyakit hashimoto.

Gejala Hipotiroid

Gejala hipotiroid terjadi perlahan-lahan dari waktu ke waktu. Manifestasi klinis yangt ditimbulkan tidak spesifik. Gangguan itu dapat mirip gejala-gejala dari banyak kondisi-kondisi dan seringkali dihubungkan dengan proses penuaan.

Gejala-gejala umumnya menjadi lebih nyata ketika kondisinya memburuk dan mayoritas dari keluhan-keluhan ini berhubungan dengan suatu perlambatan metabolisme tubuh.

Hipotiroid dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, seperti:

  • Mengalami ketidaksuburan
  • Suara parau
  • Depresi
  • Rasa letih dan lesu berkepanjangan
  • Kulit kering, berkeriput, dan kekuning-kuningan
  • Ngantuk yang berlebihan
  • Mudah kedinginan
  • BAB tidak lancar atau sering sembelit
  • Muka bengkak (puffy face)
  • Konsentrasi dan daya ingat menurun
  • Rambut yang kering, menipis dan kasar
  • Tingkat-tingkat kolesterol yag meningkat
  • Periode menstruasi tidak teratur atau berat
  • Sering merasa pusing tanpa sebab jelas
  • Kaki atau tangan sering lemas saat bertumpu
  • Sering mengalami kejang otot pada kaki dan tangan
  • Terjadi pembengkakan pada leher (akibat pembesaran kelenjar tiroid)
  • Berat badan meningkat karena proses metabolisme tidak lancar
  • Saat diperiksa, denyut nadi mengalami perlambatan dan tekanan darah meningkat.

Saat penyakit menjadi lebih berat, mungkin akan muncul bengkak-bengak sekeliling mata-mata, suatu denyut jantung yang melambat, suatu penurunan temperatur tubuh, dan gagal jantung. Dalam bentuknya yang amat besar, hipotiroid yang berat mungkin menjurus pada suatu koma yang mengancam nyawa (myxedema coma). Pada seorang yang mempunyai hipotiroid yang berat, suatu myxedema coma cenderung dipicu oleh penyakit-penyakit berat, operasi, stres, atau luka trauma. Kondisi ini memerlukan opname (masuk rumah sakit) dan perawatan segera dengan hormon-hormon tiroid yang diberikan melalui suntikan.

Penyebab Hipotiroid

Penyebab utama hipotiroid adalah radang yang terjadi di kelenjar tiroid (Hashimoto tiroiditis atau tiroiditis kronik). Diperkirakan, hampir 5 per 100 individu dewasa, terutama wanita produktif, mengalaminya. Radang ini sejenis penyakit keturunan yang tak menimbulkan keluhan sakit.

Penyebab Hipotiroid lainnya:

  • Pembedahan tiroid atau radiasi radioaktif iodin. Keduanya merusak kelenjar-kelenjar penghasil tiroid.
  • Keturunan sejak lahir. Diduga satu dari 4.000 bayi yang dilahirkan, memiliki kelenjar tiroid yang tidak berfungsi lantaran tak ada enzim yang dapat memproses hormon tiroid.
  • Kekurangan iodin dalam makanan
  • Penggunaan radiasi pada perawatan di kepala dan leher serta obat-obatan pada masalah kelenjar pituitari (kelenjar di dalam otak).
  • Gangguan pembentukan hormon tiroid. Misalnya karena kekurangan yodium, kelenjar (tiroid) tidak terbentuk, heriditer atau faktor genetik, atau karena konsumsi obat jenis tertentu, yang mengandung yodium atau lithium.
  • Mutasi gen dengan ekspresi berupa tiroperoksidase, sebuah enzim pengikat heme yang terdapat pada membran tirosit
  • Mutasi gen DEHAL1 dengan ekspresi berupa iodotirosina deiodinase, sebuah enzim yang mengambil molekul iodina dari residu senyawa iodotirosina guna keperluan biosintesis hormon oleh kelenjar tiroid
  • Mutasi gen THOX2 dengan ekspresi berupa tiroid oksidase-2
  • Tingginya rasio plasma iodotironina deiodinase, keluarga enzim yang mempercepat lintasan katabolisme hormon tiroid
  • Tingginya rasio plasma selenium, senyawa yang menghambat aktivitas enzim iodotironina deiodinase.

Hipotiroidisme transien (sementara), dapat terjadi setelah konsumsi iodina dalam jumlah banyak yang menginduksi kelainan enzimatik ringan yang menyebabkan terhambatnya sintesis hormon pada kelenjar tiroid, yang dikenal sebagai efek Wolff-Chaicoff. Hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi, di antaranya peningkatan berat badan atau obesitas, meningkatkan kolesterol sehingga penderita menjadi lebih rentan terhadap aterosklerosis dan penyakit jantung koroner, pembengkakan jantung (karena dipaksa bekerja terus menerus), pada jantung, penderita hipotiroidisme mengalami penurunan denyut jantung, penurunan daya kontraksi dan fungsi diastolik, penurunan output kardiak dan peningkatan resistansi vaskular sistemik; yang menyebabkan peningkatan tekanan diastolik dan penurunan tekanan sistolik. Oleh karena terjadi peningkatan serum kolesterol.

Hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan komplikasi, di antaranya peningkatan berat badan atau obesitas, peningkatan kolesterol, pembengkakan jantung (karena dipaksa bekerja terus menerus), dan sebagainya.

Artikel Terkait Hipotiroid: