Hernia Pada Bayi

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Hernia Pada Bayi

Hernia terjadi karena melemahnya otot dinding perut, sehingga timbul benjolan atau sebagian isi dari perut keluar. Gangguan ini dapat terjadi pada semua umur. Namun faktor penyebabnya bisa berbeda-beda. Hernia biasanya hanya terlihat saat bayi menangis, batuk, atau mengedan (ketika pup). Pada anak lebih besar, hernia akan terlihat lebih jelas lagi, terutama ketika anak batuk, mengedan atau berdiri untuk waktu lama. Bagian hernia terdiri dari cincin, kantong, dan isi hernia. Isi hernia adalah usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar. Hernia pada bayi dan anak bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, antara lain pada umbilikus atau pusar, sekat rongga dada, lipatan paha, dan perut (disebut diafragma) serta bagian-bagian lainnya. Yang umum terlihat langsung adalah hernia pada umbilikus atau pusar, serta pada lipatan paha karena bisa langsung ke kantung buah pelir. Berdasarkan penyebab terjadinya, hernia bisa dibedakan menjadi hernia bawaan (congenital) dan hernia dapatan (akuisita). Sedangkan menurut letaknya, hernia dibedakan menjadi hernia inguinal, umbilical, femoral, diafragma dan lain-lain. Sedangkan secara umum hernia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hernia internal dan hernia eksternal. Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi karena adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada. Untuk hernia eksternal yang paling sering terjadi adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi dengan kasat mata karena terlihat secara langsung. Proses terjadinya hernia eksternal pada bayi umumnya disebabkan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Hernia sering terjadi pada bayi prematur, karena pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna. Terdapat perbedaan cara terjadinya hernia pada bayi dan anak-anak dengan hernia pada orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak-anak, hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada saat bayi dalam kandungan. Sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia hal ini tidak terjadi.

Gejala Gejala hernia diantaranya Nyeri pada daerah terjadinya hernia akibat terjepitnya isi kantong hernia tersebut
– Muntah
– Perut kembung
– Gangguan berak
– Pada bayi dan anak wanita, seringkali yang terjepit di dalam kantung hernia adalah indung telur sehingga bayi dan atau anak tampak kesakitan bahkan dapat mengalami syok karena rasa sakit.

Penyebab Hernia pada anak terjadi sebagai akibat dari faktor-factor berikut. Penyebabnya antara lain Kelemahan otot atau jaringan
Merupakan faktor utama yang menyebabkan hernia. Kelemahan pada jaringan membuat organ-organ internal dan terutama usus untuk menonjol keluar. Jaringan adiposa di perut menonjol keluar dan mengembangkan hernia.
Cacat bawaan
Dalam beberapa kasus, akanalis inguinalis tidak dapat ditutup dengan benar setelah melahirkan anak karena faktor tertentu. Ini merupakan faktor risiko untuk pengembangan hernia.
Faktor genetik
Hernia umbilical dapat melewati generasi. Hernia pada bayi dan anak seringkali tidak memberikan keluhan sebelum terjadi komplikasi. Biasanya, adanya benjolan di tempat-tempat tersebut seringkali tidak mendapatkan perhatian dari orang tua bayi dan anak karena tidak menimbulkan keluhan dan masalah untuk bayi dan anak tersebut. Pada bayi, proses masuknya kembali isi hernia bisa terjadi secara spontan. Ini karena cincin hernia pada bayi masih elastis, terutama bila lubang hernia pusarnya lebih kecil dari 1 cm. Tutup saja lubang hernia dengan kain kasa yang diberi uang logam di dalamnya, lalu tempelkan di atas pusar. Umumnya, cincin hernia pada pusar yang tanpa komplikasi ini akan tertutup sendiri ketika ia berusia 12-18 bulan. Hernia akan terus membesar bila tidak dibetulkan. Pembesaran akan menekan organ di sekelilingnya, sehingga muncul rasa nyeri dan pembengkakan. Komplikasi paling serius terjadi jika sebagian usus terperangkap di lubang hernia, tidak bisa masuk lagi ke rongga perut. Kondisi ini menyebabkan usus mengalami sumbatan, lalu timbul rasa nyeri, mual, muntah, dan tidak bisa membuang gas. Penjepitan juga mengakibatkan terganggunya aliran darah ke bagian usus tersebut, sehingga usus mati. Kondisi tersebut bisa mengancam jiwa dan harus secepatnya dioperasi. Operasi bisa dilakukan bila ukuran lubang hernia bayi sekitar 1,5 cm atau lebih. Pada kondisi seperti ini, lubang tidak mungkin menutup sendiri. Meski begitu, operasi bisa saja dilakukan secara terencana bila hernia tetap ada sampai anak memasuki usia sekolah. Untuk hernia pada lipatan paha memiliki risiko untuk terjadi jepitan jauh lebih besar. Operasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantung hernia. Biasanya, operasi dilakukan bila hernia menetap sampai bayi berusia 3 bulan. Setelah operasi, orang tua sebaiknya tetap memantau kondisi bayi. Sebab, hernia bisa kambuh lagi bila terjadi peningkatan tekanan di dalam perut. Misalnya, karena batuk hebat atau sembelit. Hernia umbilikus yang tanpa komplikasi biasanya bisa tertutup sendiri pada usia anak lebih besar, sekitar usia 2-5 tahun, namun selama itu pusar atau umbilikus akan kelihatan menonjol besar sehingga secara kosmetis orang tua pasien menganggap itu suatu masalah. Pengobatan pada hernia umbilikalis dengan pembedahan diperlukan jika lubang yang terjadi ukurannya 2 cm atau lebih, karena tidak mungkin akan menutup sendiri. Atau, jika hernia sampai anak usia sekolah, maka dapat dilakukan pembedahan berencana.

Artikel Terkait Hernia Pada Bayi: