Hepatitis B

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang bisa menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV. Hepatitis B adalah jenis penyakit yang tidak menunjukkan gejala berarti. Tak heran bila para penderitanya sama sekali tidak menyadari kalau dirinya telah menderita hepatitis B bahkan bila sudah dalam kondisi kronis sekalipun. Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi dan peradangan kronis hingga terjadi sirosis atau kanker hati. Penyakit ini sangat berbahaya, namun sayangnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Bila hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, sedangkan hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

Virus Penyebab Hepatitis B memiliki masa inkubasi kira-kira dua bulan, namun dari tahap awal terinfeksi virus penyebab Hepatitis B ini sampai si penderita kemudian terkena sirosis memerlukan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 15 sampai 30 tahun. secara umum, virus Penyebab Hepatitis B ini dengan mudah akan menyerang dan berkembang biak terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apabila sistem imun seseorang baik, maka virus Penyebab Hepatitis B ini akan mengalami kesulitan untuk menyerang dan berkembang biak. Penularan virus Penyebab Hepatitis B sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Namun begitu, pada banyak di kalangan masyarakat kita yang kurang peduli terhadap ancaman penyakit hepatitis B ini. Sehingga masih banyak kalangan di lingkungan masyarakat kita yang berpotensi tinggi untuk tertular hepatitis B tidak melakukan vaksinasi. Jadi, apabila di lingkungan keluarga anda ada yang terinfeksi virus hepatitis B, sebaiknya seluruh anggota keluarga dengan segera melakukan vaksinasi hepatitis B.

Yang istimewa, virus hepatitis B ini tak bisa seratus persen hilang. Virus dapat ditekan dengan pengobatan yang tepat. Meskipun virus tetap ada di dalam pembuluh darah, jumlahnya sangat sedikit dan tidak ganas.

Tapi jangan dianggap remeh, karena mereka yang sudah terdeteksi mengidap penyakit  Hepatitis B harus bergaya hidup sehat, dengan tidak makan makanan berlemak, menjaga berat badan. Mereka juga tidak boleh melakukan olahraga berat dengan banyak kontak fisik, seperti sepak bola, dan tidak boleh terlalu lelah. Kelelahan adalah media subur bagi virus hepatitis B. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

• Kontak langsung darah dengan darah
• Hubungan seksual yang tidak aman
• Penggunaan jarum suntik tidak steril
• Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
• Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
• Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
• Penggunaan pisau cukur bersama
• Tranfusi darah

Penyebab Hepatitis B

• Virus Hepatitis B (HBV, Virus DNA)
• Alkohol
• Obat-obatan
• metabolisme abnormal
• Paparan berbagai macam zat kimia seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor, dan zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industri modern. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang beredar di dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain.

Gejala Hepatitis B

Masa inkubasi  VHB sebelum timbulnya gejala klinis kurang lebih antara 6 minggu sampai 6 bulan, namun hampir sepertiga kasus dari penderita tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sisanya infeksi VHB dapat menimbulkan gejala-gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan lemas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan berkurang, diare, ikterik (kuning), mual dan muntah.  Gejala dapat memberat dan bertahan berbulan-bulan ditambah dengan nyeri pada perut, diare, dan ikterik.

Selama enam minggu hingga enam bulan, rata-rata tiga bulan akan terjadi gejala seperti flu, demam ringan, mual, muntah, mudah lelah, diare, nyeri sendi, turunnya nafsu makan, warna urin dan feses mengalami perubahan, mata dan warna kulit berubah menguning atau jaundice. Gejala jaundice ini dapat dijadikan patokan secara fisik untuk mencurigai penderita mengidap hepatitis B. Dari gejala inilah hepatitis B memiliki nama lain sebagai penyakit kuning.

Hal-hal berikut adalah rincian dari gejala yang bisa diduga sebagai penyakit hepatitis B:

• Terjadi rasa nyeri pada persendian pada saat demam. Nyeri yang terjadi memiliki tingkat, mulai dari ringan hingga berat
• Gejala khas dari penyakit hepatitis B adalah perubahan warna air seni menjadi kemerahan dan warna mata dan kulit menjadi kekuningan
• Munculnya masalah pada pencernaan. Pada awalnya ada rasa tidak enak makan, mual yang terus menerus dan pada tingkat yang lebih tinggi adalah terjadi muntah dan diare.
• Mengalami gejala demam seperti penyakit flu. Demamnya tergolong ringan dan sering diacuhkan oleh para penderita. Demam yang ringan ini adalah semacam tipuan, padahal sebenarnya penyakit hepatitis B mulai menjangkitinya.
• Terjadi pembengkakan pada perut sebelah kanan pada penderita hepatitis B. Jika gejala ini muncul maka kondisi penderita sudah termasuk parah. Bengkak mengindikasikan hati sudah meradanng karena infeksi.

Yang perlu diingat adalah bahwa gejala tersebut tidak menjamin bahwa seseorang terkena hepatitis B. Keputusan pasti seorang terkena hepatitis B atau tidak hanya dapat dilihat melalui cek darah di laboratorium yang mrupakan bagian dari medical check-up. Oleh karena itu sangat pantas jika penyakit kuning ini disebut sebagai pembunuh yang tenang, yakni penyakit yang membunuh secara diam-diam. Gejalanya seringkali tumpang tindih dengan penyakit lainnnya sehingga sering membingungkan orang.

Pencegahan penyakit hepatitis

Pencegahan Umum :
Hindari kontak seksual dengan penderita Hepatitis B, termasuk kontak dengan cairan tubuh seperti ludah dan cairan sperma.
Hindari pemakainan alat suntik tidak steril, alat tindik, tatto, pemakaian narkoba suntik, berganti – ganti pasangan.
Skrining ibu hamil pada awal dan pada trimester ke-3 kehamilan

Terdapat vaksin hepatitis B yang efektif untuk melindungi orang dari infeksi VHB. Keluarga dan anggota rumah lainnya dari penderita hepatitis B harus di vaksin terhadap hepatitis B. Berikut adalah orang-orang yang perlu vaksinasi;

Keluarga dan anggota rumah lainnya dari penderita
Orang yang dalam pekerjaan terekspos dengan cairan tubuh (pekerja kesehatan)
Orang yang berpergian ke negara yang endemis
Bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi
Pengguna obat-obatan
Orang yang melakukan hubungan seksual tidak aman
Napi