Hepatitis B

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Hepatitis B 2

Penyakit Hepatitis B ialah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Pada beberapa orang infeksi hepatitis B bisa menjadi kronis dan menyebabkan kegagalan hati, kanker hati atau kerusakan pada jaringan hati. Virus Hepatitis B menyerang siapa saja jika tidak segera diobati, maka infeksi penyakit bisa menyebabkan penyakit hati kronis dan mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Karena itu, vaksinasi perlu diberikan pada mereka yang belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut.

Respon kekebalan tubuh adalah penentu utama hasil akut hepatitis B. Individu yang mengembangkan respon kekebalan tubuh yang kuat terhadap infeksi lebih mungkin untuk membersihkan virus dan memulih tubuh. Namun pasien ini juga lebih mungkin untuk mengembangkan lesi hati yang lebih parah akibta respon kekebalan tubuh yang kuat yang sedang mencoba untuk memerangi virus. Banyak orang yang mengalami hepatitis B dapat sembuh bahkan jika tanda dan gejalanya parah. Karena itu,penting bagi kita untuk mengenali gejala-gejala penyakit ini. Berikut ini beberapa gejala khas dari penyakit Hepatitis B yang harus diwaspadai. Seseorang dikatakan menderita infeksi virus hepatitis B apabila dalam pemeriksaan ditemukan HBsAg positif. Sumber penularan virus hepatitis B di Indonesia terutama melalui ibu hamil ke bayinya sehingga setiap ibu yang hamil dianjurkan untuk melakukan skrining HBsAg. Ibu Hamil dengan HBsAg dan HBeAg positif akan menularkan virus hepatitis dengan peluang lebih dari 90%. Dalam keadaan demikian bayi perlu mendapatkan vaksinasi dan pemberian imunoglobulin.

Kebanyakan bayi dan anak-anak yang terkena virus hepatitis B akut tidak menunjukkan gejala. Pada kondisi itu, sistem kekebalan tubh gagal untuk merespon virus. Akibatnya resiko bayi mengembangkan hepatitisB kronis lebih besar dari 95%. Sebaliknya, hanya 5% dari orang dewasa yang memiliki hepatitis B akut mengembangkan hepatitis B kronis.

Salah satu gejala hepatitis B yang khas adalah perubahan warna kulit di area yang putih menjadi kekuningan. Oleh karena itu, di beberapa daerah di Indonesia penyakit ini sering disebut dengan Penyakit Kuning. Pada meraka yang terinfeksi VHB akut, 90% pada anak-anak dan 70% pada dewasa tidak menampakkan gejala sama sekali. Hanya sepertiga dari yang terinfeksi memperlihatkan keluhan, terutama mata kuning.

Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah
    * Hubungan seksual yang tidak aman
    * Penggunaan jarum suntik tidak steril
    * Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi
    * Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
    * Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
    * Penggunaan pisau cukur bersama
    * Tranfusi darah

Cara penularan virus dari hepatitis B yang banyak terjadi dan dialami khususnya jika terjadi pada anak.

« Penularan hepatitis B pada bayi dan anak-anak

– Jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika mengandung sangat memungkinkan janin atau bayi yang dikandung juga terjangkit jenis hepatitis yang sama, bahkan resiko lebih besar terjadi pada bayi dibanding ibunya.
– Juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang menderita hepatitis B.

« Pengaruh Infeksi Virus Hepatitis B

– Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.
– Jika infeksi yang terjadi pada bayi sebelum bayi berusia kurangd ari 1 tahun memiliki resiko lebih tinggi sekitar 90 % mengidap hepatitis akut atau kronis, namun sebaliknya jika infeksi hepatitis B terjadi pada bayi setelah berusia 2-5 tahun maka resiko dari penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar 50 % bahkan apabila infeksi terjadi diatas usia 5 tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya 5-10 %.
– Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati dan pengerutan hati ) dan atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Gejala Hepatitis B

Masa inkubasi VHB sebelum timbulnya gejala klinis kurang lebih antara 6 minggu sampai 6 bulan, namun hampir sepertiga kasus dari penderita tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Gejala awal mungkin non-spesifik, seperti demam, penyakit seperti flu, dan nyeri sendi. Gejala lain antara lain kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, ikterus (kuning pada kulit dan mata) dan nyeri perut kanan atas karena hati meradang.
Tanda dan gejala hepatitis B biasanya muncul setelah dua sampai tiga bulan setelah terinfeksi dan gejalanya bisa bervariasi dari yang ringan sampai parah.
Tanda dan gejala hepatitis B antara lain:

• Nyeri pada area perut
• Urin yang berwarna gelap
• Nyeri sendi
• Hilang nafsu makan
• Mual dan muntah
• Lemah dan kelelahan
• Kulit dan area putih pada mata menjadi kuning

Penyebab Hepatitis B

Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menular secara langsung melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain. Ketika virus hepatitis B masuk kedalam hati, virus ini akan menyerang sel hati dan melipat gandakan dirinya. Hal ini akan menyebabkan pembengkakan pada hati dan memicu tanda dan gejala infeksi hepatitis B.

Faktor risiko Hepatitis B

Risiko hepatitis B akan meningkat jika anda:

• Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda tanpa menggunakan alat • pengaman
• Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi hepatitis B tanpa menggunakan alat pengaman
• Memiliki penyakit seksual menular seperti gonorrhea atau Chlamydia
• Berbagi jarum suntik
• Satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B
• Memiliki pekerjaan yang mendekatkan anda dengan kemungkinan menyentuh darah manusia
• Menjalani hemodialysis (cuci darah)

Pencegahan Hepatitis B

Terdapat vaksin hepatitis B yang efektif untuk melindungi orang dari infeksi VHB.
Semua orang dapat menggunakan vaksin hepatitis B, termasuk adalah bayi, orang dewasa dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. Efek sampingnya antara lain pembengkakan pada daerah suntikan.

Tips untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B:

• Jangan lakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman kecuali jika anda yakin pasangan •   • Selalu gunakan kondom yang baru setiap anda berhubungan seksual
• Berhenti menggunakan obat-obatan terlarang
• Mintalah vaksin hepatitis B kepada dokter anda sebelum berpergian jauh

Vaksin hepatitis B disarankan pada:

• Semua bayi
• Semua anak-anak dan remaja yang belum divaksinasi
• Orang yang memiliki penyakit seksual menular
• Petugas kesehatan dan orang lain yang sering melakukan kontak dengan darah
• Orang yang positif mengidap HIV
• Pasangan sejenis
• Orang yang berhubungan seksual dengan banyak pasangan
• Orang yang memiliki penyakit hati kronis
• Orang yang memakai obat-obatan terlarang dengan cara disuntik
• Orang yang tinggal dengan seseorang yang memiliki hepatitis B
• Orang dengan penyakit ginjal
• Berhubungan seksual dengan orang yang memiliki hepatitis B
• Orang yang melakukan perjalanan ke wilayah rawan hepatitis B

Hepatitis B kronik (lebih dari 6 bulan atau menahun). Sebagian besar tanpa gejala nyata. Tapi keluhan umum seperti lemas, lekas capek, ngantuk, gangguan pencernaan, kembung, mual dan kurang nafsu makan. seringkali tumpang tindih dengan penyakit lainnnya sehingga sering membingungkan orang. Intinya adalah hepatitis B bisa menular lewat cairan tubuh manusia, misalnya darah atau air liur. Karena itu para petugas medis hendaknya berhati-hati sebelum mengambil darah pendonor darah dan melakukan screening terlebih dahulu, apakah darah tersebut bersih dari hepatitis B atau tidak.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.[8] Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).