Hasil Studi: Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Meningkatkan Risiko Sakit Jantung

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Hasil Studi Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Meningkatkan Risiko Sakit Jantung

Untuk mengurangi asupan lemak jenuh dari produk hewani, para pakar telah lama menyarankan untuk mengonsumsi lebih banyak lemak nabati tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acid atau PUFA) seperti yang terdapat pada margarin. Namun baru-baru ini tim peneliti dari AS mengklaim bahwa fakta itu tidak benar.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti kembali menganalisis sebuah studi yang dilakukan di Sydney, Australia antara tahun 1966-1973. Studi tersebut melibatkan 458 partisipan pria berusia 30-59 tahun yang pernah mengalami serangan jantung atau angina (nyeri di dada yang biasanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner).

Separuh partisipan disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak hewaninya dan menggantinya dengan salah satu sumber lemak nabati tak jenuh jamak lainnya yaitu minyak safflower (hampir sama dengan minyak bunga matahari) dan margarin dari minyak safflower. Dari situ diketahui bahwa partisipan yang makan lebih banyak produk ini berpeluang dua kali lebih tinggi untuk meninggal dunia akibat penyakit apapun, termasuk penyakit jantung.

Lagipula dalam studi ini peneliti melihat adanya konsistensi pengamatan terhadap dampak peningkatan konsumsi omega 6 dari asam lemak tak jenuh jamak. Omega 6 atau biasa disebut juga dengan asam linoleik sendiri banyak ditemukan pada pola makan ala Barat, terutama pada minyak sayuran seperti minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak safflower, minyak kedelai dan margarin yang terbuat dari minyak-minyak ini.

Sebab sekali masuk ke dalam tubuh, lemak tak jenuh jamak ini akan diubah menjadi zat kimia yang disebut Arachidonic Acid yang bisa memicu pelepasan zat kimia lain, yang mengakibatkan peradangan, penyebab utama penyakit-penyakit kronis seperti penyakit jantung. Meski banyak yang mengkritisi temuan ini, ada juga pakar yang menganggap studi ini memberikan wawasan positif.

Meski seharusnya minyak sayur dan margarine bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah serta meningkatkan penurunan berat badan, termasuk kesehatan secara umum, tapi keduanya merupakan salah satu jenis makanan yang paling banyak mengalami perubahan kimiawi. Oleh karena itu keduanya seharusnya tidak dikatakan sebagai makanan sehat.

Artikel Terkait Hasil Studi: Terlalu Banyak Konsumsi Margarin Meningkatkan Risiko Sakit Jantung: