Gizi Pada Anak Sehat Usia 1-6 Tahun

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gizi Pada Anak Sehat Usia 1 6 Tahun

Pertumbuhan anak-anak sangat penting untuk diperhatikan agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk itu sangat diperlukan makanan sehat dengan gizi seimbang yang berfungsi untuk menyediakan energi untuk proses tumbuh kembang anak, memelihara daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit infeksi dan desisiensi, dan membangun persediaan zat gizi yang diperlukan untuk proses pertumbuhan pada masa pubertas dan dewasa.

Berikut tahapan-tahapan tumbuh kembang anak:

« Usia 1-3 tahun Pada usia 1-3 tahun tahun anak lebih bersifat konsumen pasif. Makanan anak tergantung pada apa yang disediakan orangtua. Pada usia ini gigi susu anak telah tumbuh, tetapi belum dapat digunakan untuk mengunyah makanana yang terlalu keras.

« Usia 4-6 tahun Pada usia 4-6 tahun tahun anak bersifat konsumen aktif. Anak sudah bisa memilih makanan yang disukai. Libatkan mereka untuk memilih makanan yang akan dikonsumsi. Pertumbuhan anak golongan usia 4-6 tahun tidak sepesat pertumbuhan pada masa bayi. Namun aktivitas anak sudah lebih banyak. Usia 4-6 tahun sangat rentan terhadappenyakit defisiensi gizi dan infeksi, misalnya KEP (Kurang Energi Protein) dan kekurangan vitamin A.

Makanan yang diberikan sebaiknya makanan yang mudah docerna dan tidak merangsang saluran cerna, misalnya tidak pedas.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memenuhi kecukupan gizi anak: – Memberikan makanan yang mudah dikunyah dan mudah ditelan
– Membiasakan mengkonsumsi makanan yang berasal dari biji-bijian kering yang banyak mengandung zat besi, terutama untuk anak usia 1-3 tahun.
– Memberikan sayuran dan buah-buahan yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
– Menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik
– Memperhatikan peralatan makan dan minum anak
– Hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanan yang disajikan
– Selalu menyediakan makanan yang sehat dan bergizi seimbang
– Membiasakan sarapan untuk mencegah hipoglikemi (lapar,lemas, dan kurang bersemangat)
– Mengajari anak untuk dapat memilih dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang

Mengatasi anak sulit makan Anak yang sulit makan merupakan hal yang sangat sering menjadi persoalan yang dihadapi para ibu-ibu dimanapun. Anak sulit makan tanpa diketahui penyebabnya. Berikut merupakan beberapa cara untu mengatasi anak yang mengalami sulit makan:
– Memberikan makanan keluarga dengan tekstur yang lunak
– Mengenalkan aneka ragam bahan makanan yang sesuai umur
– Variasikan jenis makanan yang diberikan
– Porsi disesuaikan dengan kebutuhan anak, porsi kecil namun sering agar tidak cepat mengalami kebosanan
– Jadwal makan harus teratur
– Memberikan makan pada saat anak tidak lelah
– Bila mencoba makanan baru tunggu anak tidak lelah dan berikan bersama makanan kesukaannya.
– Berikan susu secukupnya, dan tidak memberikan susu sebelum jam makan agar tidak kekenyangan
– Secukupnya memberikan makanan selingan, tidak terlalu asin atau terlalu manis
– Makanan selingan sebaiknya diganti dengan makanan lain atau buah-buahan yang memiliki gizi lebih bagus.

Meningkatkan nafsu makan pada anak

– Menciptakana suasana yang menyenangkan, penuh kasih sayang dan tidak ada paksaan
– Tambahkan hal-hal yang disukai anak
– Ada teman seumuran yang menemani makan
– Makan bersama di meja makam
– Membiasakan anak belajar makan sendiri
– Memberikan pujian jika anak menghabiskan makanan
– Menempatkan makanan pada wadah yang menarik
– Mengkombinasikan warna amakanan agar menarik
– Membuat bentuk-bentuk makanan yang menarik selera makan anak

Gizi untk kesehatan gigi pada anak Pertumbuhan gigi balita perlu diperhatikan dan ini merupakan salah astu pertumbuhan yagn dibutuhkan balita. Untuk pertumbuhan dan kesehatan gigi diperlukan zat-zat gizi sebagai berikut:

– Sumber protein: daging, ayam, ikan, susu, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
– Vitamin D, misalnya minyak ikan dan sinar matahari
– Kalsium, misalnya susu dan ikan teri, kacang-kacangan kering, dan sayuran hijau
– Phospor, misalnya daging. ikan, telur, dan kacang-kacangan.
– Fluor, misalnya ikan, seafood, keju dan kentang.
– Vitamin A, misalnya hati, telur, keju dan susu, sayuran hijau dan berwarna orange, serta buah-buahan
– Vitamin C, misalnya buah dan sayuran segar.