Gejala Sindrom Nefrotik

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gejala Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik merupakan suatu jenis gangguan pada organ ginjal yang menyebabkan tubuh Anda mengeluarkan terlalu banyak protein ke dalam urine. Secara klinis Sindrom Nefrotik dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Sindrom Nefrotik Primer yang faktor penyebabnya tidak diketahui dimana kelainan terjadi pada glomerulus itu sendiri tanpa penyebab lain dan Sindrom Nefrotik Sekunder yang timbul sebagai akibat suatu penyakit sistemik. Gangguan ini terjadi bila pembuluh darah kecil dalam ginjal mengalami kerusakan sehingga mereka tidak dapat melakukan fungsi mereka dengan baik, seperti menyaring limbah dan kelebihan air dari dalam darah. Jika Anda mengalami hal ini, kadar protein dalam urine dan kadar kolestrol menjadi tinggi. Sedangkan, kadar protein dalam darah menjadi rendah. Hal ini akan menyebabkan Anda mengalami pembengkakkan, terutama di sekitar mata, kaki, dan pergelangan kaki.

Penyebab yang sering dijumpai adalah

· Penyakit metabolik atau kongenital diabetes melitus, amiloidosis, sindrom Alport, miksedema

· Infeksi hepatitis B, malaria, schistosomiasis, lepra, sifilis, streptokokus, AIDS.

· Toksin dan alergen logam berat (Hg), penisilamin, probenesid, racun serangga, bisa ular.

· Penyakit sistemik bermediasi imunologik lupus eritematosus sistemik, purpura Henoch-Schonlein, sarkoidosis.

· Neoplasma tumor paru, penyakit Hodgkin, tumor gastrointestinal.

· Obat-obatan Obat pereda nyeri yang menyerupai aspirin, senyawa emas, heroin intravena, penisilamin.

· Alergi gigitan serangga, racun pohon ivy, racun pohon ek, cahaya matahari.

· Bekuan darah di pembuluh darah dalam organ ginjal Bila ada gumpalan darah dalam pembuluh darah organ ginjal, hal itu akan menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan sindrom nefrotik.

Gejala Kadang, orang yang mengalami sindrom nefrotik tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Mereka terlihat seperti orang sehat. Namun, mayoritas orang yang mengalami gangguan sindrom nefrotik akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini

– nafsu makan berkurang
– nyeri perut
– pengkisutan otot
– pembengkakan jaringan akibat penimbunan garam dan air
– air kemih berbusa
– tekanan darah tinggi
– Meningkatnya berat badan karena retensi cairan yang berlebihan
– mengalami pembengkakan pada area di sekitar mata, pergelangan kaki, dan kaki.
Pembengkakan mungkin juga terjadi di organ paru-paru sehingga perut bisa membengkak karena terjadi penimbunan cairan di rongga sekitar paru-paru (efusi pleura) dan menyebabkan kesulitan untuk bernapas.

Gejala lainnya adalah pembengkakan lutut dan kantung zakar (pada pria).
Pembengkakan yang terjadi seringkali berpindah-pindah; pada pagi hari cairan tertimbun di kelopak mata dan setalah berjalan cairan akan tertimbun di pergelangan kaki.

Sekitar 80 persen kasus sindrom nefrotik pada anak merupakan penyakit idiopatik. Artinya, penyebabnya tidak diketahui secara pasti dan hanya sekitar 20 persen yang penyebabnya berkaitan dengan penyakit primer lain. Misalnya, lupus dan peradangan pada ginjal. Sedangkan untuk penderita dewasa biasanya mengalami sindrom nefrotik karena penyakit primer lain. Artinya, sindrom itu merupakan komplikasi penyakit lain. Dengan begitu, pengobatan utamanya mengatasi penyakit primer tersebut.

Pengobatan sindrom nefrotik akan disesuaikan dengan gejala dan keluhan. Untuk penyebab idiopatik, terapi kortikosteroid berupa asupan obat-obatan. Tentu obat itu memiliki efek samping. Salah satunya, seseorang akan memiliki moon face atau wajah tembam.

Jika tidak segera ditangani, sindrom nefrotik dapat menyebabkan beberapa komplikasi serius. Di antaranya, malanutrisi, penggumpalan darah, gangguan kolesterol, tekanan darah tinggi, dan gagal ginjal.