Gejala Hepatitis C yang Sering Diabaikan

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Gejala Hepatitis C Yang Sering Diabaikan

Hepatitis merupakan suatu kondisi dari hati (liver). Terminologi hepatitis sendiri berarti hati yang mengalami peradangan. Hepatitis dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti infeksi virus, parasit, bakteri, zat-zat kimia, auto-imunitas, obat narkotika, dan juga alkohol. Hepatitis C dapat ditularkan melalui transfusi darah. Hepatitis C bisa dikategorikan menjadi penyakit berbahaya jika telah mencapai kondisi kronis yang berkembang menjadi sirosis dan kanker hati. Hepatitis C, penyakit hati menular yang disebabkan Hepatitis C Virus (HCV) kerap disebut wabah terselubung atau silent disease. Sebab penyakit ini tidak memiliki gejala khusus. Bahkan seringkali gejala-gejala hepatitis dianggap biasa-biasa saja dan justru menjadi indikasi penyakit lain. Diperkirakan 170 orang atau sekitar 2,5 persen penduduk dunia terjangkit virus hepatitis C, virus penyebab radang hati yang hingga kini belum ada vaksin pencegahnya. Di Indonesia, angkanya berkisar antara 5-7 juta orang. Virus Hepatitis C menular lewat jarum suntik atau benda-benda lain yang bisa melukai tubuh, antara lain pisau cukur, yang dipakai secara bergantian. Pengobatan untuk hepatitis C masih sangat terbatas dan harganya tidak terjangkau orang kebanyakan. Padahal jika tidak diobati, 80 persen infeksi hepatitis C berkembang menjadi kronis, memicu sirosis atau pengerasan hati dengan berbagai komplikasi termasuk kematian akibat kanker hati. Masih banyak orang yang kadang terlambat mengetahui bahwa dirinya menderita infeksi hati atau hepatitis C. Oleh sebab itu infeksi hepatitis C disebut sebagai infeksi terselubung (silent infection) karena infeksi dini VHC seringkali tidak ditemukan gejala sehingga terlewatkan. Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C. Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan. Bisa juga gejalanya berupa sindrom seperti mau flu.

Perkembangan virus hepatitis C bisa memakan waktu sepuluh sampai 15 tahun. Itulah faktor utama penderita kerap mengabaikan gejalanya dan tidak melakukan pemeriksaan seperti medical check up. Namun, saat hepatitis C sudah akut, penderita baru merasakan daya tahan tubuhnya melemah. Mereka bisa demam, sakit perut, muntah, warna urine gelap, menurunnya nafsu makan, mual, dan ikterik atau kuning. Maka dari itu, penting sekali melakukan skrining. Hepatitis C umumnya menular melalui kontak darah terutama di kalangan pengguna narkoba suntik dengan persentase 60 persen. Penularan lainnya bisa melalui transfusi darah, pekerjaan, kontak seksual, pembuatan tato, dan proses cuci darah. Termasuk pemakaian alat manikur pedikur, lebih baik kalau di salon-salon gitu bawa aja alat sendiri karena itu juga bisa menularkan hepatitis C. Virus hepatitis C bisa bertahan di permukaan benda yang dipakai bersama seperti alat cukur, sikat gigi, dan gunting kuku selama 16 sampai 72 jam pada suhu ruang. Diagnosa hepatitis C bisa dilakukan melalui pemeriksaan tes darah, skrining serologi antibodi HCV, dan pemeriksaan USG hati untuk melihat fungsi hati. Jika ditemukan kerusakan pada hati, maka pasien positif teinfeksi hepatitis C. Selain itu, diagnosa juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan virologi untuk memeriksa HCV RNA. Penanganan hepatitis C bisa dilakukan dengan memberi suntikan interferon alfa, pemberian ribavirin (obat antivirus yang digunakan bersama interferon alfa) atau triple treatment di mana pasien mendapat satu suntikan dan dua obat minum. Dua puluh persen penderita hepatitis C bisa sembuh dan 80 persen berkembang menjadi pengerasan (sirosis) hati. Butuh waktu 20 sampai 40 tahun dari hepatitis C akut menjadi sirosis hati.

Artikel Terkait Gejala Hepatitis C yang Sering Diabaikan: