Gejala Gula Darah Meningkat

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Gejala Gula Darah Meningkat

Penyakit diabetes yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah seringkali dikenal dengan penyakit gula darah tinggi. Diabetes dan kenaikan gula darah seringkali tak menimbulkan gejala yang sangat terlihat. Padahal akar permasalahan yang sebenarnya adalah karena adanya kerusakan pada sel beta pankreas dan/atau resistensi sel terhadap insulin. Kerusakan sel beta pankreas yang merupakan kelenjar penghasil hormon insulin akan berdampak pada meningkatnya kadar gula darah. Hal ini mengingat metabolisme gula di dalam tubuh sangat memerlukan bantuan insulin. Akibat rusaknya sel beta pankreas, maka proses metabolisme gula di dalam sel menjadi terhambat sehingga nantinya gula akan tetap berada dalam aliran darah. Untuk itu Anda harus berhati-hati. Segera kenali ketika sedikit gejala mulai muncul. Untuk tetap memperhatikan tingkat gula darah, Anda harus sering memperhatikan gejala-gejala yang disampaikan tubuh Anda.

Berikut beberapa gejala yang menandakan gula darah meningkat dan tak stabil: « Mood tidak stabil
Tingginya gula darah mempengaruhi otak dan membuat seseorang mudah mengalami mood yang tidak stabil. Ketika gula darah naik seseorang juga akan merasa susah berkonsentrasi.

« Kram otot
Saat gula darah tidak terkendali, otot akan kehilangan kekuatan sehingga membuat beberapa jaringan otot rusak dan menyebabkan kram.

« Kelelahan
Sel tubuh memerlukan glukosa untuk menghasilkan energi. Ketika glukosa tidak bisa dipenuhi, maka sel tidak bisa bekerja dengan baik. Hal ini menyebabkan Anda sering kelelahan.

« Merasa haus
Sering buang air kecil membuat seseorang mudah kekurangan cairan. Tubuh membutuhkan cairan lebih banyak sehingga Anda akan sering merasa haus. Rasa haus juga bisa disebabkan oleh adanya glukosa dalam air liur.

« Sering buang air kecil
Semua aliran darah disaring oleh ginjal. Jadi kelebihan glukosa juga akan menuju ke ginjal. Jika glukosa terlalu tinggi, maka ginjal tidak bisa menyaringnya. Akhirnya kelebihan glukosa terpaksa dikeluarkan melalui urin. Ini berarti Anda akan ada semakin banyak urin yang dihasilkan dan dikeluarkan.

« Mati rasa
Tingkat gula darah yang tinggi menyebabkan banyak gula yang melewati jaringan saraf. Gula kemudian menggantikan garam dan elektrolit serta mengubah fungsi dan struktur molekul. Pada akhirnya hal ini menyebabkan sistem saraf sering salah mengirimkan pesan ke otak yang menyebabkan mati rasa atau rasa sakit. Sering Lapar
Rasa lapar yang sering dikeluhkan penderita diabetes merupakan akibat dari malnutrisi yang dialami tubuh. Malnutrisi dipicu oleh tingginya kadar gula darah yang tidak disertai dengan jumlah insulin yang cukup dan/atau sensitifitas sel terhadap insulin yang ada. Hal ini akan berdampak pada penyerapan gula oleh sel.

« Infeksi jamur
Jamur bisa tumbuh cepat di sekitar vagina wanita. Jika gula darah meningkat maka glukosa juga akan ada pada vagina. Hal ini membuat jamur semakin subur tumbuh di sana. Jika tak segera diatasi, jamur bisa menyebabkan infeksi. Parahnya, infeksi juga bisa meningkatkan kadar gula darah. Untuk itu, sebaiknya segera atasi peningkatan glukosa sebelum menyebabkan tumbuhnya jamur dan infeksi.

« Berat badan turun
Turunnya berat badan disebabkan oleh terlalu banyaknya urin yang dibuang. Glukosa adalah gula dan berkaitan dengan kalori dalam tubuh. Kehilangan glukosa berarti kehilangan kalori dalam tubuh. Ini seperti mengonsumsi makanan dan kehilangan setengah nutrisinya. Itulah mengapa berat badan Anda akan turun. Bagi mereka yang sedang berdiet, hal ini mungkin bagus. Namun ingat, tak hanya berat badan yang menurun, kekuatan otot juga ikut menurun sehingga Anda akan merasa sakit dan lemah.

« Masalah penglihatan
Masalah penglihatan disebabkan adanya perubahan bentuk lensa mata. Ketika kadar glukosa meningkat, kelebihan glukosa akan naik ke mata. Sekali lagi, glukosa diikuti oleh air. Air yang masuk ke mata akan mengubah bentuk lensa. Kemudian lensa akan kehilangan kemampuan untuk fokus pada cahaya dan menghasilkan penglihatan yang kabur. Meski begitu perlu diingat bahwa masalah mata pada penderita diabetes hanya sementara. Masalah ini bisa hilang sekitar enam sampai delapan minggu setelah kadar gula berhasil diturunkan.