Gejala Epilepsi

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Gejala Epilepsi 2

Penyakit epilepsi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pelepasan muatan listrik berlebihan dan berkala dari sekelompok sel di otak. Epilepsi merupakan manivestasi klinis pada tubuh yang terjadi karena aliran listrik sekelompok sel saraf (neuron) dalam otak tidak normal dan berlebihan. Epilepsi dibagi menjadi 2 bagian berdasarkan serangannya yaitu:

« Epilepsi umum (kesadaran terganggu)

– Epilepsi petit mal (absence) yang mana pasien tampak hilang kesadaran sesaat (bengong), biasanya terjadi hanya beberapa detik saja tapi bisa berulang-ulang dalam 1 hari.

– epilepsi tonik klonik yaitu epilepsi yang mengalami kejang-kejang atau kelojotan seluruh tubuh yang kadang disertai dengan mulut berbusa. jika ia mengalami kejang sampai 15-30 menit maka bisa menyebabkan kerusakan otak. Tapi bagi dokter kondisi ini lebih mudah untuk diobati.

– epilepsi tonik yaitu serangan berupa kejang atau kaku seluruh tubuh, epilepsi atonik yaitu serangan berupa tiba-tiba jatuh seolah-olah tidak ada yang menahan, dan mioklinik yaitu berupa kontraksi dari salah satu atau beberapa otot tertentu.

« Epilepsi parsial Epilepsi parsial (fokal) terjadi hanya pada 1 sisi saja akibat kelebihan listrik di satu daerah tertentu di otak, namun biasanya orang masih bisa sadar. Misalnya mengalami kejang-kejang hanya di bagian tubuh sebelah kiri, kejang-kejang di mulut. Jenis lainnya yaitu catamenial epilepsi yang menyerang perempuan dengan serangan berulang pada periode menstruasi. Perempuan yang mengidap epilepsi jenis ini mengalami tingkat emosi yang meningkat tajam saat menstruasi, karena adanya perubahan konsentrasi dari hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen diketahui sebagai pro kompulsif sedangkan progesteron sebagai kontra kompulsif. Biasanya diketahui dengan membuat diari menstruasi selama 6 bulan dan lihat kejang (seizure) yang terjadi.

Gejala epilepsi atau bangkitan epilepsi (epileptic seizure) terbagi menjadi beberapa kondisi yaitu partial seizure, general tonic clonic seizure, tonic seizure, absence seizure. Gejala epilepsi yang kerap muncul ialah kejang, terkejut, melamun tak sadarkan diri dalam beberapa saat, dan kaku sesaat. Bahkan, ada pula tidak punya kekuatan otot sesaat

Sebenarnya, di dalam otak penderita epilepsi terdapat sel-sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh, termasuk perasaan, penglihatan, dan berpikir. Namun, bagi penderita epilepsi, otot saraf tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadilah serangan yang membuat penderita epilepsi mendapatkan kejang, terdiam sejenak, kaget dengan sangat hebat, hingga kejang-kejang dengan munculnya busa di mulut.

Penyebab Penyebab terjadinya penyakit epilepsi karena adanya kelainan bangkitan listrik jaringan saraf yang tidak terkontrol di otak, baik sebagian maupun seluruh bagian.

Pada penderita epilepsi, saraf otak tidak berfungsi dengan baik. Penyebabnya adalah trauma kepala (pernah mengalami cedera di daerah kepala) ataupun tumor otak. Sering juga disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, stroke, dan konsumsi alkohol berlebih ketika si ibu sedang hamil.

Seseorang dapat dinyatakan menderita epilepsi jika orang tersebut mengalami kejang yang bukan karena alkohol dan tekanan darah yang sangat rendah. Epilepsi bukan penyakit turunan, meskipun pada beberapa penderita memang disebabkan oleh faktor genetik. Tapi, bukan berarti jika memiliki anggota keluarga penderita epilepsi, penyakit tersebut akan menurun. Pada dasarnya, penyebab pasti epilepsi belum diketahui.

Epilepsi terjadi disebabkan oleh gangguan sinyal listrik pada otak. Saat memberikan perintah, sel saraf di dalam otak akan mengalirkan listrik ke satu sama lain. Jika terjadi gangguan atau perintah yang diberikan terlalu banyak, maka muncullah kejang atau bangkitan yang menandakan orang tersebut menderita epilepsi.

Faktanya, setiap orang pasti pernah merasakan kejang atau bangkitan. Tapi yang membedakan apakah orang tersebut menderita epilepsi atau tidak adalah dari intensitas terjadinya kejang yang berulang. Jika hanya pernah mengalami satu kali, bukan masalah. Beda dengan orang yang terus-menerus menderita kejang dengan jenis yang sama, maka orang tersebut dikatakan menderita epilepsi.

Selain itu, setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa juga menyebabkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan elektrolit, gangguan metabolisme, gangguan peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan.

Jika menemukan ada orang yang terkena serangan kejang epilepsi, Dr Hardiono memberikan beberapa tips pertolongan yaitu:
– Miringkan pasien, agar ketika ia muntah tidak masuk lagi karena kalau masuk ke paru-paru bisa merusak
– Melonggarkan pakaian atau baju yang digunakan dan melindunginya dari benda-benda tajam
– Jangan dipegang atau menahan gerakan yang bersangkutan karena bisa membuat patah tulang
– Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut karena tidak ada gunanya
– Bila keadaan berbahaya, segera bawa ke rumah sakit dan hubungi dokter.

Epilepsi harus terkontrol dengan baik agar risiko munculnya masalah gangguan psikiatri atau kesehatan semakin kecil. Tidak hanya itu, dengan terkontrol bisa menekan angka depresi pada epilepsi yang tercatat cukup tinggi, yaitu sekitar 30-50 persen.

Jika epilepsi terkontrol dengan baik, maka peluang hidup tanpa serangan akan semakin meningkat pula sehingga risiko depresi semakin kecil dan kualitas hidup penderita epilepsi akan semakin baik.

Artikel Terkait Gejala Epilepsi: