Gejala Bell’s Palsy

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gejala Bells Palsy

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan otot wajah satu sisi akibat gangguan saraf otak ketujuh (saraf facial). Saraf ke tujuh yang mengatur pergerakan otot-otot wajah. Bell’s Palsy termasuk gangguan saraf yang mengenai saraf fasialis (wajah), menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak melorot/ mencong. Kerusakan saraf facialis merupakan penyebab Bell’s Palsy. Kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti mengapa, tetapi para ahli meyakini infeksi virus Herpes simplek sebagai penyebab utamanya, sehingga terjadi proses radang dan pembengkaan saraf. Selain itu, disebutkan juga virus Herpes zoster yang sering menyerang wajah tanpa disertai gejala yang jelas, dan virus Epstein-Barr.

Bell’palsy lebih sering terjadi pada : Wanita hamil
Penderita kencing manis
Penderita yang sedang sakit infeksi salauran pernafasan atas
Orang dengan riwayat keluarga yang pernah terserang Bell’s palsy

Gejala Bell’s Gejala awal biasanya terjadi kehilangan sensasi rasa pada lidah kemudian timbul rasa nyeri, pegal, linu dan rasa tidak enak pada telinga atau sekitarnya sering merupakan gejala awal yang segera diikuti oleh gejala kelumpuhan otot wajah. Pada anak 73% didahului infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin.

Berikut merupakan gejala-gejala serangan bells palsy: – Wajah turun/miring sehingga susah berekspresi
– Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh
– Telinga menjadi hipersensitif/peka suara
– Kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata pada sisi yang lumpuh (lagophthalmos).
– Gerakan bola mata pada sisi yang lumpuh lambat, disertai bola mata berputar ke atas bila memejamkan mata, fenomena ini disebut Bell’s sign
– Sudut mulut tidak dapat diangkat, lipat nasolabialis mendatar pada sisi yang lumpuh dan mencong ke sisi yang sehat.
– Mata kering
– Timbul nyeri kepala
– Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh
– Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena

Komplikasi Komplikasi yang mungkin timbul pada penderita Bell’s Palsy diantaranya:
– Buta sebagian atau total akibat kekeringan pada mata yang tidak bisa menutup dan terjadinya kerusakan pada kornea mata yang kering
– Kerusakan saraf wajah yang tidak bisa pulih seperti semula
– Pertumbuhan saraf yang tidak sesuai sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak terkontrol pada wajah. Bell’palsy lebih sering terjadi kondisi tertentu akibat penurunan daya tahan, dan buruknya sistem aliran darah (vaskulerisasi), yaitu:
– Wanita hamil
– Penderita kencing manis
– Penderita yang sedang sakit infeksi salauran pernafasan atas
– Orang dengan riwayat keluarga yang pernah terserang Bell’s palsy.

Pencegahan – Menghindari stres
– Menerapkan pola hidup sehat
– Rutin berolahraga dan berpikir positif
– Menghindari terkena paparan langsung angin kencang dan dingin seperti AC atau membuka kaca mobil.
– Menghindari mandi malam hari
– menghindari kebiasaan langsung mandi atau mencuci muka setelah olahraga
– Jangan berganti suhu lingkungan secara ekstrem
– Jangan membiarkan wajah terkena suhu dingin secara tiba-tiba dalam waktu lama.

Artikel Terkait Gejala Bell’s Palsy: