Gejala Autisme

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gejala Autisme

Autis adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Bayi umumnya memusatkan perhatian pada wajah segera setelah lahir dan belajar mengenali isyarat-isyarat sosial dengan melihat ke mata orang lain.

Anak-anak yang mengidap autisme/gangguan tumbuh-kembang yang ditandai dengan ketidakmampuan melakukan interaksi sosial dan komunikasi–jarang mengadakan kontak mata.

Gejala Gejala autis bisa bervariasi, bisa ringan maupun berat. Perilaku anak autis biasanya berlawanan dengan berbagai keadaan yang terjadi dan tidak sesuai dengan usianya. Ciri-ciri anak autis sudah bisa diketahui ketika bayi masih berusia di bawah 2 tahun. Berikut ini mengenali gejala anak autis sejak fase pertumbuhan awal mereka :

– Tanda-tanda autis terlihat jika bayi tidak tersenyum selama usia enam bulan pertama.
– Bayi tidak menggunakan gerak tubuh, mengoceh, atau menunjuk ke arah orang-orang atau benda-benda yang mulai diketahuinya. Lalu tidak pernah mengeluarkan satu kata pun selama usia 12 bulan tersebut.
– Kurangnya ekspresi pada wajah dan tidak tidak pernah atau jarang mengucapkan dua frase. Mulai muncul perilaku obsesif terhadap hal-hal tertentu. Kemudian perubahan kontak mata mendadak dan ekspresi wajah.
– Pengulangan perilaku dalam berinteraksi merupakan karakteristik fisik umum pada bayi autisme.
– Kepekaan (Sensitivitas)

Gejala lainnya yang bisa ditemukan:
– Anak kesulitan berinterasi, bermain atau berhubungan dengan orang lain
– Menghindari kontak mata, tidak memandang lawan bicara
– Melakukan gerakan tubuh yang tidak biasa seperti mengepak-ngepakkan tangan, berputar-putar, melompat-lompat
– Mengalami keterlambatan dalam tahap perkembangan
– Gemar memainkan mainan yang sama terus menerus dalam gerakan berulang-ulang
– Anak menggunakan bahasa yang sulit dimengerti.
– Tak ada empati
– Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
– Tidak mau dipeluk/disentuh
– Pada beberapa kasus ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.