Gejala Arteriovenous Malformation (AVM)

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gejala Arteriovenous Malformation Avm

Arteriovenous Malformation (AVM) adalah adanya koneksi abnormal antara arteri dan vena. Arteriovenous Malformation biasanya bawaan sejak lahir dan dapat berkembang di mana saja di tubuh, tetapi paling sering terjadi di bagian otak atau tulang belakang. AVM otak dapat berupa hubungan arteri dan vena yang abnormal yang dapat terjadi di bagian manapun pada otak. Gejala utama AVM yang patut diwaspadai adalah rasa pusing yang makin berat dan sering. Bila merasa sering pusing tanpa tahu penyebabnya maka bisa jadi merupakan nyeri kepala bahaya, yang membutuhkan penanganan lanjutan. Pada penderita pecah pembuluh darah (aneurisma), rasa pusing terasa sangat hebat dan belum pernah dirasakan sebelumya.

Gejala yang muncul
– telinga seperti mendengar suara mendesing
– Pendarahan
– kelemahan progresif atau mati rasa
Sekitar 50% dari pasien dengan AVM mengalami pendarahan
– Kejang
Sekitar 25% dari pasien memiliki dari pasien dengan AVM mengalami kejang
– Tekanan di sekitar otak mengakibatkan gejala seperti stroke
– Sakit kepala

Ketika terjadi pendarahan dalam otak, tanda-tanda dan gejalanya mirip dengan stroke, antara lain sakit kepala mendadak, kelemahan, kesemutan atau kelumpuhan, penurunan penglihatan, kesulitan berbicara, dan ketidakmampuan untuk memahami. Hingga saat ini penyebab AVM otak belum diketahui, tetapi dokter percaya bahwa AVM otak berkembang selama perkembangan janin. Biasanya, jantung dapat mengirimkan darah kaya oksigen ke otak melalui arteri, yang bercabang ke arteriol kecil dan kemudian ke kapiler, pembuluh darah terkecil. Resiko perdarahan dari AVM diperkirakan sekitar 2 hingga 4 persen per tahun dan kerusakan otak yang terjadi tergantung pada seberapa banyak darah yang bocor dari AVM. Jika AVM menimbulkan adanya pendarahan, maka risiko kematian meningkat 10-15 persen. Sedangkan kerusakan otak permanen adalah 20-30 persen.