Gejala Anak Hiperaktif

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gejala Anak Hiperaktif

Hiperaktif merupakan gangguan tingkah laku tidak normal yang disebabkan karena gangguan fungsi neurologi sehingga kesulitan dalam memusatkan perhatian. ADHD (Attention-Deficit and Hyperactivity Disorder) merupakan penyakit genetik dan membuat otak anak berkembang dengan kondisi berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang normal. Gejala anak hiperaktif biasanya muncul pada awal kehidupan, seringkali antara usia 3 dan 6, dan karena gejala tersebut bervariasi dari orang ke orang maka gangguan ini sulit untuk didiagnosa. Kelainan otak pada anak hiperaktif bisa terjadi di bagian depan otak, namun bisa pula terjadi pada senyawa kimia penghantar rangsang atau neurotransmitter. Otak anak penderita ADHD, khususnya otak kanan, memiliki ukuran yang lebih kecil Gejala
gejala umum anak hiperaktif meliputi; kesulitan untuk tetap fokus dan memberikan perhatian, kesulitan mengontrol prilaku sehari-hari dan hiperaktif.
Gejala yang dapat dilihat yaitu :

• Inatensi
Inatensi/pemusatan perhatian yang kurang bisa dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Gejalanya :
– Sering gagal menyelesaikan pekerjaan
– Sering tampak tidak mendengarkan orang lain berbicara
– Sulit bertahan pada satu aktivitas permainan
– Mudah beralih kepada objek lain (mudah bingung/kacau pikiran) sulit berkonsentrasi pada tugas-tugas sekolah / tugas-tugas lain.

• Hiperaktivitas
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Gejalanya:
– Berlari-lari/memanjat secara berlebihan
– Sulit duduk dengan tenang/gelisah secara berlebihan
– Sulit tetap tinggal duduk
– Bergerak berlebihan selama duduk
– Bergerak terus menerus/berbuat sesuatu bagaikan digerakan mesin

• Impulsivitas
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Gejalanya :
– Sering bertindak sebelum berfikir
– Sering berganti-ganti dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain
– Sulit mengorganisasi pekerjaan
– Sering berteriak-teriak di kelas
– Sulit menunggu giliran dalam permainan/kegiatan kelompok.

Faktor Risiko Faktor resiko anak penderita ADHD:
– Kelahiran prematur
– Ibu yang terkena racun (toksin) pada saat hamil
– Merokok, minuman beralkohol atau penggunaan obat-obatan ketika hamil
– Faktor keluarga dengan sejarah ADHD (keturunan) atau faktor perilaku tertentu dan rusaknya suasana hati.

Pencegahan Ibu hamil dianjurkan untuk menjaga kondisi kehamilannya, menghindari segala sesuatu yang dapat membahayakan perkembangan janin. Jangan minum minuman beralkohol, merokok atau menggunakan obat-obatan.