Gangguan Kesuburan Pcos

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Gangguan Kesuburan Pcos

Banyak penyebab kesulitan hamil pada seorang wanita. Tetapi salah satu yang cukup sering terjadi adalah karena sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS). Ketidaksuburan/infertilitas adalah gejala yang sering dialami wanita yang didiagnosis memiliki Sindrom Ovarium Polikistik. Sindroma Ovarium Polikistik/Polycystic Ovarian Syndrome/PCOS adalah gangguan hormonal yang umum terjadi pada masa reproduktif wanita yang dapat menyebabkan infertilitas terutama apabila tidak berovulasi. Terjadi karena pembesaran dan banyaknya kista kecil yang terdapat di sepanjang ujung terluar dari masing-masing indung telur tetapi tidak semua. PCOS adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan, menderita kegemukan dan kebotakan pada bagian puncak kepala. Akibatnya wajah lebih berminyak dan rambut tumbuh secara berlebihan, terutama di tangan dan kaki. Pada jangka panjang, jika gangguan ini tidak diobati, dapat membahayakan karena meningkatkan resiko terjadinya kanker endometrium, penyakit jantung, dan stroke. Sindrom ini juga bisa meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi. Ketidakseimbangan hormon ini jugalah yang mengakibatkan mudahnya penderita Sindrom Ovarium Polikistik yang berhasil hamil mengalami keguguran dan tidak jarang keguguran ini terjadi berulang. Wanita dengan PCOS punya kemungkinan lebih besar mengalami diabetes mellitus dikemudian hari. Mereka juga memiliki peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung.  Wanita dengan PCOS juga memiliki peningkatan risiko kanker rahim. PCOS merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita ( 5% – 10% dari wanita usia reproduksi yang berumur 12-45 tahun dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki–lakian/androgen ( hiperandrogenisme ) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal congenital), peningkatan hormon prolaktin/produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor/neoplasma yang memproduksi hormon androgen. Polikistik yang berarti banyaknya folikel telur (ukuran 4- 8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai kista kecil-kecil.

Pada penelitian didapatkan tujuh dari sepuluh wanita yang mengalami infertilitas karena gangguan ovulasi yang juga mengalami gangguan haid (2-3 bulan sekali) ternyata mengidap Sindrom Ovarium Polikistik. Penderita mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon (LH) yang menetap sehingga terjadi gangguan ovulasi. Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya mati. PCO merupakan gangguan endokrin atau indung telur yang terjadi pada 5-10 persen perempuan usia reproduksi yang mengakibatkan ketidaksuburan. Folikel-folikel pada indung telur ini menumpuk dan berkembang tidak sempurna. Wanita yang mengalami PCO tetap bisa punya anak. Indung telur adalah sepasang organ reproduksi di dalam tubuh perempuan yang bertanggung jawab terhadap kesuburan dan reproduksi. Sejak waktu kelahiran, indung telur mengandung 200.000 sel telur.Indung telur juga bertanggung jawab untuk memproduksi hormon progesteron dan estrogen, hormon ini memainkan peran kunci dalam hal penebalan dinding rahim selama implantasi (penempelan) janin. Wanita penderita PCO akan mengalami gangguan:
– hormon ovarium yang tidak normal sehingga indung telur tidak melepaskan setiap bulan yang akhirnya mengkibatkan androgen
– Hormon androgen menjadi lebih tinggi sehingga timbul jerawat dan rambut berlebihan
– Akhirnya kadar insulin dan gula darah meningkat Tidak semua PCO yang termonitor dari USG berpotensi menyebabkan gangguan. Apabila temuan PCO turut disertai gangguan siklus menstruasi atau kelebihan hormon androgen (hormon laki-laki), barulah kondisi ini dikategorikan sebagai sindrom polikistik ovarium atau PCOS.

Gejala Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme/maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita. Tanda dan gejala polycystic ovary syndrome (PCOS) sering dimulai sesaat setelah masa menstruasi pertama (menarche). Pada beberapa kasus, PCOS terjadi setelah masa reproduktif anda. Tanda dan gejalanya bervariasi pada setiap wanita baik jenis ataupun tingkat keparahannya. Berikut gejala umum pco:
• Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi
• Kelebihan kadar androgen (hormon laki-laki) pada wanita yang ditandai dengan banyaknya rambut wajah atau tubuh.
• Pembesaran indung telur (ovary) yang terdiri dari sejumlah kista melalui pemeriksaan. Kondisi lain yang berhubungan dengan PCOS adalah:
• Ketidaksuburan
• Obesitas
• Diabetes tipe 2
• Acanthosis nigrican -penggelapan atau kulit yang seperti beludru pada leher, ketiak, pangkal paha, kemaluan atau dibawah payudara.
wajah yang mudah berjerawat atau tumbuh rambut yang berlebihan pada tempat-tempat yang khas untuk pria, misal kumis, janggut, jambang, dada, perut, punggung dan sebagainya.
Resistensi insulin

Penyebab Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga adanya resistansi insulin, diabetes, dan obesitas semuanya sangat berkorelasi dengan kelainan ini. Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas punya peluang sebanyak 50% – 60% mengalami PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan ( karena mengalami resistensi insulin ) sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan maskulinisasi seperti tumbuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki. faktor berikut dapat memainkan peran:
• Kelebihan insulin di dalam tubuh sehingga memacu produksi androgen di dalam indung telur.
• Peradangan ringan sehingga memicu resistensi insulin dan akumulasi kolesterol di dalam pembuluh darah (atherosclerosis). Atherosclerosis menyebabkan gangguan kardiovaskular. Penelitian menunjukkan para wanita dengan PCOS memiliki peradangan ringan.
• Faktor keturunan.

Beberapa cara mengatasi gangguan Pcos – Melakukan perubahan gaya hidup untuk memperbaiki gangguan hormonal
– Menurunkan indeks massa tubuh 10% agar dapat memerbaiki pematangan sel telur
– Melakukan pengobatan resistensi insulin dengan metformin untuk memerbaiki pematangan sel telur
– Pemulihan siklus menstruasi
– Infertilitas diatasi, jika telur tetap tidak matang setelah diberikan obat-obatan, pilihannya adalah melakukan laparoskopi ovarian drilling dengan tujuan meningkatkan respon telur terhadap obat yang diberikan, atau langsung ke program bayi tabung.
– Pengobatan hirsutisme (rambut berlebihan) dan jerawat.

Artikel Terkait Gangguan Kesuburan Pcos: