Gangguan Hiperhidrosis

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gangguan Hiperhidrosis

Berkeringat adalah kejadian alami yang diperlukan untuk pengaturan suhu tubuh. Tubuh mendinginkan diri dengan mengeluarkan keringat. Secara normal berkeringat merupakan hal yang wajar dan sehat karena berkeringat merupakan mekanisme untuk mendinginkan tubuh sehabis melakukan kegiatan yang terlampau berat dan melelahkan. Umumnya kondisi ini sehat-sehat saja namun, beberapa orang mungkin mengalami pengeluaran keringat yang berlebihan. Dalam istilah medis, produksi keringat berlebih disebut hiperhidrosis. Gangguan hiperhidrosis dipicu oleh rangsangan berlebih pada kelenjar keringat dan umumnya terjadi di telapak tangan dan kaki, ketiak maupun seluruh tubuh. Hiperhidrosis merupakan salah satu bentuk keringat berlebihan pada tubuh yang berlangsung dalam kadar sering dan konstan. Hiperhidrosis menimbulkan efek psikologis dan psikososial. Orang yang menderita hiperhidrosis sering menjadi kurang percaya diri, menutup diri dan harus mengubah gaya hidup untuk mengakomodasi masalah ini. Selain itu, keringat berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit atau iritasi kulit karena kulit basah lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur tambahan. Keringat berlebihan ini terjadi bukan habis olahraga atau udara panas, tapi dalam kondisi normal pun penderitanya mengeluarkan banyak keringat. Banyak berkeringat memang sehat, tetapi jika sudah terlalu banyak akan muncul masalah. Secara normal produksi keringat oleh kelenjar keringat diatur oleh sistem saraf simpatis untuk mengatur suhu tubuh. Namun pada sekitar 1% manusia (ada yang mengatakan mendekati 3%), kerja sistem saraf simpatis berlebihan lebih dari yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga suhu konstan. Keadaan ini menimbulkan keringat berlebihan yang dalam dunia medis dikenal dengan sebutan hyperhidrosis. Hiperhidrosis biasanya berada pada telapak, baik telapak tangan dan kaki serta ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari yang normal, hiperhidrosis dapat menyebabkan kecemasan sosial atau malu.

Hiperhidrosis dapat digolongkan menjadi:
« hiperhidrosis lokal/esensial primer
Pada hiperhidrosis lokal primer (primary focal hyperhidrosis), tidak ada penyebab lain yang memicu produksi keringat berlebihan dan hanya berfokus pada area-area tertentu seperti telapak tangan, telapan kaki, wajah dan ketiak. Kebanyakan hiperhidrosis primer lokal adalah bakat bawaan yang menurun di keluarga. Sekitar sepertiga penderita hiperhidrosis primer lokal memiliki anggota keluarga dengan keluhan yang sama. Kondisi ini biasanya sudah muncul dari kecil dan produksi keringat berlebihan berhenti saat tidur. Pada hiperhidrosis primer, yang bermasalah hanya kelenjar keringat ekrin yang terlampau rajin memproduksi keringat, gara-gara saraf simpatis yang terlalu aktif. Makanya paling sering terjadi pada telapak tangan dan kaki, serta ketiak, karena pada bagian-bagian tubuh ini banyak terdapat kelenjar tersebut. Gangguan ini biasanya dimulai pada usia kanak-kanak hingga remaja. hyperhidrosis lokal ini biasanya sering di jumpai di :
– Ketiak (Axillary Hyperhidrosis)
– Telapak Tangan ( Palmar Hyperhidrosis )
– Telapak Kaki ( Plantar Hyperhidrosis )
– Wajah ( Facial Hyperhidrosis )
– Dan bagian tubuh lainnya.

« hiperhidrosis sekunder umum (secondary generalized hyperhidrosis)
Pada hiperhidrosis sekunder umum produksi keringat berlebihan dipicu oleh kondisi/penyakit atau efek samping obat-obatan dan terjadi di sekujur badan. Hiperhidrosis sekunder umum dapat disebabkan antara lain oleh kanker, diabetes mellitius, diabetes insipidus, menopause, HIV/AIDS, penggunaan narkoba, minuman alkohol dan obat-obatan seperti acyclovir, indomethacin, lidocain, dan naproxen. Produksi keringat berlebihan tidak berhenti saat penderitanya tidur. Dari gejala-gejala awal, kita bisa memperoleh petunjuk awal tentang penyebabnya. Bila terjadinya dalam tubuh secara simetris, maka perlu dicuriagai adanya gangguan pada sistem saraf. Bila terjadinya menyeluruh, biasanya termasuk jenis hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis yang baru mulai muncul di usia tua perlu dilacak penyebabnya pada penyakit lain.

Penyebab Penyebab keringat berlebihan/hyperhidrosis yang pasti belum diketahui, tetapi ada hubungannya dengan aktivitas yang berlebihan pada susunan syaraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat atau hiperaktif pada kelenjar keringatnya sendiri.

Gejala Biasanya orang berkeringat ketika mereka melakukan aktivitas fisik, olahraga, stres, gugup atau cemas. Jika berkeringat melebihi normal, maka dapat disebut hiperhidrosis.
Beberapa tanda dan gejala hiperhidrosis, antara lain:
– Berkeringat berlebihan secara abnormal pada wajah, kepala, kaki, dan ketiak hingga terasa mengganggu.
– Penderitanya sering memiliki jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak.
– Hiperhidrosis pada telapak tangan ditandai dengan telapak tangan yang basah sehingga butir-butir keringat sampai menetes. Beberapa tips berikut dapat mengurangi jumlah keringat berlebihan:
– Gunakan deodoran bebas alkohol
– Cukup minum air putih, hindari kafein dan alkohol
– Kenakan pakaian dari bahan yang sejuk dan menyerap keringat
– Mandilah dua kali sehari dengan menggunakan sabun lembut
– Menjaga lingkungan tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik
– Hindari masakan berbumbu yang bikin keringat keluar seperti bawang putih dan bawang merah.
– Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan berkeringat
– Menghindari stres, kecemasan dan masalah emosi lain yang dapat memicu kenaikan produksi keringat
– Apabila Anda menderita telapak kaki berkeringat, cucilah kaki Anda secara berkala dengan air dingin dan keringkan. Taburkan bedak di antara jari kaki. Sepatu Anda harus dari bahan bernapas (misalnya kulit atau kanvas)
– Kenakan kaos kaki berbahan wol atau katun.