Gangguan Depresi

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gangguan Depresi

Depresi adalah penyakit suasana hati atau masalah yang dialami banyak orang pada berbagai usia dan kelas sosial. Depresi juga bisa disebut gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Setiap orang mempunyai perbedaan yang mendasar, yang memungkinkan suatu peristiwa atau perilaku dihadapi secara berbeda dan memunculkan reaksi yang berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan sesungguhnya yang dialami orang yang depresi adalah tidak mau atau malu mencari bantuan untuk menyembuhkan depresi. Penderita depresi berusia lanjut rawan terkena kepikunan, mudah bingung dan bahkan kematian karena serangan jantung. Perasaan tidak aman dan tidak berharga bisa menyebabkan depresi yang sangat berat pada penderita yang yakin bahwa mereka diawasi dan dihukum. Gejala depresi yang paling serius adalah pemikiran tentang kematian. Bagi seseorang yang berpikiran negatif dan memiliki kecenderungan depresi, segala hal yang terjadi merupakan cermin dari permasalahan dan kemunduran. Perubahan dalam diri seseorang atau perubahan lingkungan, yang merupakan perubahan wajar, dalam pikiran seseorang yang depresi merupakan bukti bahwa sesuatu yang buruk terjadi karena mereka. Mereka yang menderita sakit kepala sebelah atau migren berisiko lebih besar mengalami depresi, khususnya di kalangan perempuan. Temuan ini berdasarkan hasil analisa dari data penelitian yang dikumpulkan selama 14 tahun. Tidak ada teori yang dapat menjelaskan hubungan antara depresi dan migrain. Meskipun beberapa dugaan menyebutkan bahwa perubahan hormon memainkan peran terkait munculnya depresi.

Gejala Pada umumnya gejala depresi antara lain murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah dan tersinggung, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan. Gejala-gejala depresi yang muncul:
– Menurunnya produktivitas kerja
– Lebih suka menyendiri
– Duka berkepanjangan
– Stamina rendah dan sering merasa letih
– Bertambah atau berkurangnya nafsu makan
– Bertambah atau berkurangnya keinginan untuk tidur
– Stress, cepat marah dan frustrasi
– Tidak ada hasrat seksual
– Tidak memiliki harapan terhadap masa depan
– Makan berlebihan
– Kesulitan konsentrasi
– Berpikir ingin mati atau bunuh diri
– Terkadang, merasa berat di tangan dan kaki
– Gejala penyakit fisik yang tidak hilang dengan pengobatan seperti sakit kepala, masalah pencernaan (sulit buang air, diare, dll) dan nyeri kronis.

Penyebab Makanan olahan khususnya yang ditujukan bagi mereka yang berdiet disinyalir bisa mememicu terjadinya depresi. Mereka yang mengonsumsi makanan segar memiliki kemungkinan 26% lebih rendah terkena depresi di masa depan. Sebaliknya mereka yang mengonsumsi makanan olahan memiliki kemungkinan terkena resiko depresi sebesar 58% lebih tinggi. Berbagai penyebab depresi:
– Faktor keturunan
– Kurangnya Rasa Percaya Diri
– Lebih memperhatikan kesalahan
– Kepribadian introvert
– Peristiwa emosional (terutama kehilangan)
– Merasa Tertekan karena Berbagai Kewajiban Dalam Hidup
– Merasa Lemah
– Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari
– Perubahan kimia dalam otak
– Efek samping obat
– Beberapa penyakit fisik Faktor risiko depresi:
– Perempuan
– Kurang dukungan sosial
– Belum mengungkapkan status HIV
– Kegagalan terapi (ART atau lain)
– Kita sendiri atau keluarga mempunyai riwayat penyakit jiwa,penggunaan alkohol berlebihan atau narkoba Perubahan pola hidup dapat memperbaiki depresi pada sebagian orang. Perubahan-perubahan tersebut antara lain:
– Olahraga teratur
– Berjemur pada sinar matahari
– Penanganan stres
– Konseling
– Tidur teratur
– Relaksasi
– Meditasi
– Merubah pandangan dan pola pikir