Gangguan Autoimun

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gangguan Autoimun

Penyakit Autoimune ialah penyakit dimana sistem kekebalan yang terbentuk salah mengidentifikasi benda asing, dimana sel, jaringan atau organ tubuh manusia justru dianggap sebagai benda asing sehingga dirusak oleh antibodi. Penyakit autoimmune tidak menyebar kepada individu lainnya sebagaimana penyakit infeksi. Gejala gangguan autoimmune sangat bervariasi dan tergantung pada penyakit tertentu. Gangguan autoimun juga bisa berakibat hancurnya satu atau lebih jaringan tubuh, gangguan pertumbuhan organ, atau perubahan fungsi organ. Organ dan jaringan yang sering diserang di antaranya sel darah merah, pembuluh darah, jaringan ikat, kelenjar endokrin seperti tiroid atau pankreas. Selain itu, otot, sendi, dan kulit bisa juga terkena.

Berikut ini beberapa contoh penyakit karena serangan sistem imun tubuh sendiri:

• Diabetes tipe I
• Rheumatoid arthritis (radang sendi)
• Hashimoto tiroiditis (gangguan kelenjar tiroid)
• Reactive arthritis (peradangan sendi, saluran kencing dan mata)
• Myasthenia gravis (gangguan neuromuskuler yang melibatkan otot dan saraf)
• Dermatomyositis (penyakit otot yang dicirikan dengan radang dan ruam kulit)
• Penyakit Grave (gangguan autoimun yang mengarah ke kelenjar tiroid hiperaktif)
• Sjorgen sindrom (kelainan autoimun dimana kelenjar yang memproduksi air mata
• Penyakit Addison (penyakit yang terjadi ketika kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon)
• Multiple sclerosis (gangguan autoimun yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat tulang belakang)
• Systemic lupus erythematosus (SLE atau gangguan autoimun kronis, yang mempengaruhi kulit, sendi, ginjal dan organ lainnya)
• Pernicious anemia (penurunan sel darah merah yang terjadi ketika tubuh tidak dapat dengan baik menyerap vitamin B12 dari saluran pencernaan)

Gejala Gangguan autoimun dapat menyebabkan demam. Tetapi, gejala bervariasi bergantung pada gangguan dan bagian badan yang terkena. Beberapa gangguan autoimun mempengaruhi jenis tertentu jaringan di seluruh badan misalnya, pembuluh darah, tulang rawan, atau kulit. Gangguan autoimun lainnya mempengaruhi organ khusus. Sebenarnya organ yang mana pun, termasuk ginjal, paru-paru, jantung, dan otak, bisa dipengaruhi. Hasil dari peradangan dan kerusakan jaringan bisa menyebabkan rasa sakit, merusak bentuk sendi, kelemahan, penyakit kuning, gatal, kesukaran pernafasan, penumpukan cairan (edema), demam, bahkan kematian. Gejala yang umum yang biasa terjadi:
• Pening atau pusing
• Kelelahan
• Disorientasi
• Demam tingkat rendah
• Mudah marah dan gelisah
• Berat badan naik turun
• Sensitif terhadap dingin pada anggota-anggota badan
• Pencernaan bermasalah

Penyebab Penyakit autoimun adalah salah satu penyakit yang hingga kini belum diketahui pasti penyebabnya dan susah untuk disembuhkan. Penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui. Namun ada teori yang menyatakan, beberapa mikroorganisme (seperti bakteri) dan obat dapat memicu beberapa perubahan ini, terutama pada orang yang mempunyai gen yang membuat mereka lebih rentan menderita gangguan autoimun.  Keturunan adalah salah satu faktor utama penyebab penyakit ini Beberapa penyebab lain yang bisa memicu gangguan ini :
• Lingkungan yang beracun
• Virus
• Radiasi ultra violet dari sinar matahari
• Yodium
• Stres dan gelisah
• Kehamilan. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), seperti azathioprine, chlorambucil, cyclophosphamide, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate, sering digunakan, biasanya secara oral dan seringkal dengan jangka panjang. Tetapi, obat ini menekan bukan hanya reaksi autoimun tetapi juga kemampuan badan untuk membela diri terhadap senyawa asing, termasuk mikro-jasad penyebab infeksi dan sel kanker. Kosekwensinya, risiko infeksi tertentu dan kanker meningkat.

Faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit autoimmune:

• Perempuan usia subur
• Genetik
Penyakit autoimun cenderung diwariskan dalam keluarga. Pada studi kembar diketahui bahwa jika seorang kembar identik menderita penyakit autoimun, kembarannya kemungkinan 30 – 50 persen juga menderita penyakit yang sama. Tapi tidak 100 persen, yang berarti bahwa gen tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas timbulnya penyakit. Seringkali, penderita dapat mengkompensasi cacat genetik dan dia hidup normal tanpa penyakit autoimun.

• Infeksi
Sistem kekebalan yang rapuh dapat rusak oleh faktor pemicu seperti infeksi virus. Hal ini mungkin terjadi karena kelemahan genetik menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengatasi virus tertentu. Mereka kesulitan membedakan protein virus dengan protein tubuh dan menyerang keduanya, seperti tentara yang tidak bisa membedakan pasukan musuh dan rakyat sehingga menembaki keduanya. Virus Epstein – Barr diduga menjadi pemicu multiple sclerosis. Pemicu lain adalah virus Coxsackie, yang juga diduga memicu diabetes tipe 1.

• Lingkungan dan makanan
Dibandingkan dengan nenek moyang kita, kita jauh lebih banyak terpapar oleh berbagai zat kimia yang membanjiri sistem kekebalan tubuh kita. Ketika sel-sel kekebalan di dalam usus menyortir setiap zat yang kita makan apakah berbahaya dan tidak, kemungkinan terjadi kesalahan meningkat. Penyakit autoimun dapat terjadi melalui reaksi kebingungan terhadap zat yang masuk, apakah berbahaya atau tidak. Rotavirus sangat mirip dengan molekul fotoreseptor tertentu di mata. Kebingungan ini diduga menyebabkan uveitis, yang pada akhirnya dapat merusak penglihatan. Terdapat berbagai macam pengobatan alami yang bisa anda gunakan untuk menyembuhkan gangguan autoimmune, Pengobatan alami untuk gangguan autoimmune tidak bisa menggantikan pengobatan medis tetapi bisa memfasilitasi pemulihan dan mengurangi efek-efek negatifnya.