Gangguan Angina Pactoris

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Gangguan Angina Pactoris

Angina Pectoris merupakan penyakit yang menyerang jantung, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung. Angina pectoris ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri. Menimbulkan rasa nyeri yang berat di dalam dada, rasa nyeri terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri. Pemicunya bisa karena olahraga yang berat, kedinginan, makan makanan berat, dan juga stress dimana otot jantung menuntut lebih banyak oksigen darah. Angina pektoris adalah gejala awal dari jantung koroner, disebabkan banyaknya kadar kolesterol yang menyumbat pembuluh darah koroner jantung, sehingga mengakibatkan pasokan darah ke jantung berkurang.

Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu

• Angina Stabil (angina klasik)
Terjadi jika pembuluh darah koroner yang tidak dapat melebar untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksigen meningkat atau terjadi saat pasien melakukan aktivitas fisik.

• Angina prinzmetal

Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur. Pada angina prinzmetal terjadi spasme (penyempitan terus-menerus) pembuluh darah koroner yang menimbulkan kekurangan oksigen jantung di bagian hilir.

• Angina tak stabil

Merupakan kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal. Biasanya dijumpai pada individu dengan penyakit pembuluh darah koroner. Angina tak stabil biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung akibat arterosklerosis koroner, yang ditandai oleh plak yang tumbuh dan mudah mengalami penyempitan.

Penyebab – Penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen, sehingga suplai oksigen yang dibawa oleh aliran darah koroner tidak mencukupi.
– Adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stres.

Gejala Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, merupakan gejala yang paling dapat dirasakan ketika terkena angina. Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.
– Nyeri dada pada angina biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas
– Nyeri berawal sebagai rasa terhimpit, rasa terjepit atau rasa terbakar yang menyebar ke lengan kiri bagian dalam dan kadang sampai ke pundak, bahu dan leher kiri, bahkan dapat sampai ke kelingking kiri.
– Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan jantung dan bukan angina pektoris biasa.
– Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas.
– Rasa nyeri dapat disertai beberapa gejala seperti; sesak napas, mual dan muntah, lemas, perasaan lelah, berdebar dan rasa akan pingsan, kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin.

Pencegahan Untuk mencegah terjadinya angina dianjurkan untuk merubah faktor resiko atau penyebabnya:
– Mengendalikan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol
– Menerapkan pola hidup sehat
– Hindari rokok
– Berolahraga
– Menghindari stres

Artikel Terkait Gangguan Angina Pactoris: