Fakta Tentang Kanker Payudara

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Fakta Tentang Kanker Payudara

Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Semua wanita takut terdiagnosa penyakit kanker payudara. Gejala awal kanker payudara ini biasanya timbul benjolan kecil pada payudara dan berubahnya warna kulit pada payudara. Pada tahap selanjutnya puting susu berubah dan timbul nanah atau darah pada payudara. Lama kelamaan payudara akan digerogoti oleh penyakit ini dan kekeebalan tubuh akan hilang. Bila penanganan tidak dilakukan secara tepat dan cepat, bisa saja penderita kehilangan nyawa mereka. Karena itulah pengenalan terhadap penyakit ini bisa mengurangi resiko kematian pada penderita. Bila penanganan kanker ini dilakukan secara dini maka resiko penyebaran penyakit ini akan bisa diatasi. Karenanya mengetahui fakta penting dan tanda peringatan jadi kunci penting agar kaum hawa bisa menghindari risiko kanker payudara.

Jumlah penderita kanker payudara tertinggi adalah di negara-negara berkembang, yaitu mencapai 70% kasus

Berdasarkan statistik, payudara sebelah kiri lebih sering terkena kanker dibandingkan payudara kanan. Hingga sekarang, penyebabnya belum diketahui.

Salah satu mitos kanker payudara adalah kita hanya berisiko terkena kanker payudara jika ada keluarga dari pihak ibu yang mengalaminya. Padahal, kita juga berisiko kena penyakit ini jika ada keluarga dari pihak ayah yang menderitanya.

Salah satu penelitian di AS menunjukkan kalau perempuan yang mengonsumsi satu hingga 25 obat antibiotik selama lebih dari 17 tahun berisiko tinggi terkena kanker payudara. Bukan kita dilarang mengonsumsinya, tapi sebaiknya minumlah sesuai dosis yang dianjurkan.

Ada 75% kasus kanker payudara memang dialami perempuan berusia di atas 50 tahun. Namun, sisanya menunjukkan kalau perempuan muda sekalipun juga bisa mengalaminya.

Berdasarkan penelitian, penderita kanker payudara yang juga menderita diabetes memiliki risiko meninggal dunia hingga 50% dibandingkan mereka yang tidak diabetes.

Stres dan terisolasi secara sosial akan meningkatkan pertumbuhan tumor payudara

Setiap benjolan di payudara adalah kanker payudara
Lebih dari 80 persen dari benjolan dirasakan oleh wanita itu jinak, namun hal itu harus dievaluasi oleh dokter dengan melakukan USG, mamografi dan kadang-kadang menjalani biopsi jika dianggap tepat. Tapi ingat, tak semua benjolan adalah kanker.

Wanita di bawah 40 tidak terkena kanker payudara
Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Wanita dari segala usia bisa mengembangkan kanker payudara dan statistik berbicara itu dimana wanita di bawah 25 sudah bisa didiagnosis mengalami kanker payudara.

Mammogram upaya mendeteksi semua kanker payudara
Mammogram merupakan alat yang mampu mendeteksi hanya 85 persen dari semua tumor payudara.  Kenapa 85 persen? Hal itu karena lebih sulit mendeteksi tumor  pada wanita dengan jaringan kelenjar payudara yang padat. Namun demikian, dokter bisa melakukan USG tambahan atau tes MRI pada payudara mereka.

Kanker payudara adalah penyakit wanita
Tidak benar bila ada yang bicara kanker payudara hanya dialami wanita, karena laki-laki juga bisa menderita kanker payudara. Kira-kira, untuk setiap 100 kasus kanker payudara wanita, ada satu insiden kanker payudara pria di dalamnya.

Menyusui bisa mengurangi risiko kanker payudara? Beberapa penelitian menyebutkan, menyusui bayi selama 27-52 minggu dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara.

Rutin berolahraga dapat mengurangi risiko kanker payudara? Olahraga selama empat jam setiap minggu bisa mengurangi risiko kanker sebesar 30%. Karena itu, American Cancer Society menganjurkan para wanita untuk berolahraga selama 45-60 menit setiap hari.

Apakah tanda-tanda kanker payudara? Tak hanya untuk kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia telah memberikan pedoman mendeteksi kanker yang disebut WASPADA. W (waktu buang air kecil: adakah gangguang atau perubahan kebiasaan?), A (alat cerna terganggu atau sukar menelan), S (suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh), P (payudara atau bagian lain memperlihatkan benjolan), A (andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat, makin besar atau gatal), D (darah atau lendir yang tidak normal yang keluar dari tubuh), A (adanya luka yang tak mau sembuh).

Angka kejadian kanker payudara yang menyerang pria dan wanita adalah 1:100. Mayoritas menyerang wanita karena masalahnya lebih banyak ada pada hormon estrogen dan progesteron. Namun, bila menyerang pria, perjalanan penyakitnya menjadi lebih cepat. Hal ini disebabkan karena jaringan sekitar payudara pria tidak setebal wanita.

Angka kelangsungan hidup dalam 5 tahun setelah didiagnosa kanker
Lamanya bergantung pada ciri-ciri tumor, ada-tidaknya penyebaran ke kelenjar getah bening, dan ada tidaknya ‘anak sebar’ yang biasa disebut stage TNM (tumor, node, metastasis).

Risiko kanker payudara memang meningkat seiring usia seseorang. Namun, kanker payudara bisa dialami semua usia. Satu dari 231 perempuan terkena kanker payudara pada usia lahir hingga 39 tahun. Satu dari 25 perempuan terkena kanker payudara pada usia 40 hingga 59 tahun. Satu dari 15 perempuan terkena kanker payudara pada usia 60-79 tahun. Banyak studi yang menyebutkan 77% kasus kanker payudara muncul pada usia di atas 50 tahun.

Sekitar 80% perempuan yang mengalami kanker payudara berasal dari keluarga tanpa riwayat kanker payudara. Bertambahnya usia –semakin tua usia organ-organ tubuh- merupakan risiko terbesar kanker payudara.

Hingga saat ini belum ada bukti mendukung pernyataan bahwa bahan aktif yang terdapat pada deodoran dapat memicu risiko kanker payudara. Hubungan antara payudara dan deodoran tersebut merupakan informasi yang salah tentang anatomi tubuh dan kanker payudara.

Pada penelitian sebelumnya, dikemukakan hormon progestin yang biasa digunakan dalam terapi sulih hormon (TSH) dan pil kontrasepsi dapat memicu perkembangan kanker payudara. Berbeda dengan pil kontrasepsi generasi pertama, alat kontrasepsi oral saat ini mengandung progestin drospirenone yang memiliki profil sangat mirip dengan progesteron alami. Pil ini memiliki kadar hormon lebih rendah dibanding pil generasi pertama sehingga lebih aman bahkan diduga mampu menurunkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara. Sementara temuan yang dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute menunjukkan perempuan yang memulai terapi sulih hormon (TSH) sebelum masa menopause memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada perempuan yang melakukan terapi sulih hormon pasca menopause. Yang perlu diperhatikan, penggunaan pil kontrasepsi maupun terapi hormon harus dilakukan dengan konsultasi dan pengawasan dokter ahli untuk meminimalisasi kemungkinan munculnya kanker payudara.