Epilepsi Tidak Menular

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Epilepsi Tidak Menular

Epilepsi secara medis merupakan penyakit karena adanya gangguan pada otak. Epilepsi terjadi karena lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak pada otak sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu. Epilepsi sangat sulit dideteksi. Apalagi jika penderita mendapatkan epilepsi dengan serangan ringan, misalnya kaget tanpa sebab tapi sering. Di dalam otak terdapat sel-sel saraf (neuron), yang bertugas mengoordinasikan semua aktivitas tubuh, termasuk perasaan, penglihatan, dan berpikir. Bagi penderita epilepsi, otot saraf tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadilah serangan yang membuat penderita epilepsi mendapatkan kejang, terdiam sejenak, kaget dengan sangat hebat, hingga kejang-kejang dengan busa di mulut. Masih banyak orang yang memiliki pandangan buruk terhadap penyandang epilepsi. Sehingga membuat penyandang epilepsi kadang dikucilkan dari lingkungan dan membuatnya merasa tertekan serta depresi. Padahal epilepsi dapat diobati dan dikendalikan sehingga bisa hidup normal. Mereka menganggap kalau epilepsi merupakan penyakit kutukan, kena guna-guna, kerasukan roh, dapat menular melalui air liur yang dikeluarkan serta tidak boleh terkena air atau dekat api. Namun semua anggapan itu tidaklah benar. Penyakit ini tidak menular dan bukan penyakit keturunan. Epilepsi juga tidak identik dengan orang yang mengalami keterbelakangan mental. Bahkan, banyak penderita epilepsi yang mendapatkan epilepsi tanpa diketahui penyebabnya.

Dengan pengobatan teratur dan gaya hidup sehat, para penderita epilepsi bisa kembali normal tanpa terserang kejang. Namun pengobatan harus dilakukan teratur, dalam dosis yang tepat, serta jangka waktu yang cukup lama. Biasanya setelah dua atau tiga tahun rutin meminum obat, dokter akan mengevaluasi pasien. Penyandang epilepsi berkisar 1% dari total jumlah penduduk, atau sebanyak 2 juta jiwa. Sebanyak 70% di antaranya dapat disembuhkan dengan menggunakan pengobatan secara teratur. Sementara 30% belum mampu diobati dengan mengonsumsi obat. 30% penyandang epilepsi bisa dibantu melalui operasi bedah saraf, dengan tingkat keberhasilan 90%. Banyak jenis epilepsi di antaranya epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik. Penyebab Epilepsi antara lain:
– faktor genetik/turunan (meski relatif kecil antara 5-10 persen)
– kelainan pada menjelang/sesudah persalinan
– cedera kepala
– radang selaput otak
– tumor otak
– kelainan pembuluh darah otak
– adanya genangan darah/nanah di otak
– hipoksia/kekurangan oksigen dalam jaringan
– pernah mengalami operasi otak
– keracunan
– alergi
– cacat bawaan
= gangguan elektrolit
– gangguan metabolisme
– gangguan peredarah darah. Jika kebetulan menemukan penderita epilepsi yang tengah kambuh, jangan sekali-kali memasukkan atau meletakkan sesuatu ke dalam mulut penderita. Jangan memaksa membuka gigi atau menahan gerakan saat klonik (kejang). Biarkan penderita sadar dengan sendirinya.

Artikel Terkait Epilepsi Tidak Menular: