Emosi yang Meninggalkan Jejak di Kulit

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Emosi Yang Meninggalkan Jejak Di Kulit

Banyak orang mengatakan bahwa tertawa dan perasaan senang adalah obat terbaik dari kondisi tubuh tertentu. Sebuah studi menunjukkan bahwa perasaan lainnya bisa mempengaruhi tubuh dan kulit seseorang baik itu positif maupun negatif. Berikut beberapa  perasaan seseorang bisa meninggalkan jejak pada kulitnya:

• Marah
Suasana hati yang mudah sekali marah bisa membuat kulit lebih cepat keriput. Kemarahan membuat otot-otot wajah menjadi tegang, yang akan berubah menjadi kerutan keriput dari waktu ke waktu. Ketika seseorang marah, hormon kortisol menghambur dan menghambat produksi kolagen, yaitu unsur penting dalam penyembuhan kulit. Jika produksi kolagen melambat juga bisa menyebabkan kulit lebih cepat keriput.

• Stres
Dari semua jenis emosi, stres adalah musuh terbesar terhadap kesehatan kulit seseorang. Stres bisa menyebabkan seseorang kelihatan jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Hal tersebut disebabkan karena stimulator terbesar dari hormon kortisol mengalir bebas pada saat stres. Hormon kortisol yang mengalir bebas pada setiap organ bisa membuat kerja pembuluh darah menjadi lebih rentan oleh gangguan. Akibatnya sel-sel kulit baru tidak bisa terbentuk dengan cepat, pergantian sel melambat dan menyebabkan penuaan lebih dini. Selama masa stres, seseorang juga cenderung lebih tergoda terhadap makanan dan minuman yang tidak sehat yang memberikan efek buruk terhadap kesehatan kulit. Seseorang mungkin juga kurang memperhatikan perawatan kulit ketika sedang stres. Kombinasi dari pola makan yang buruk dan perawatan kulit yang tidak teratur bisa membuat jerawat tumbuh dengan mudah.

• Kesedihan
Seperti kemarahan, kesedihan juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Kesedihan yang berulang-ulang hingga menimbulkan depresi bisa menyebabkan keriput. Penelitian menunjukkan bahwa ekspresi wajah memberikan efek yang kuat pada kulit. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatric Research, pasien depresi yang tidak berhasil diobati dengan antidepresan diberi suntikan botox di dahinya untuk mencegah alis berkerut. Depresi jangka panjang memiliki efek yang buruk pada kulit, karena bahan kimia yang terkait dengan kondisi ini bisa mencegah tubuh memperbaiki peradangan pada sel. Hormon-hormon penyebab depresi bisa mempengaruhi tidur, menyebabkan mata bengkak dan kulit kusam.

• Malu
Rasa malu bisa bergerak dari otak ke kulit, ketika reseptor neuropeptida pada kulit menerima pesan yang menyebabkan seseorang tersipu malu. Sistem saraf simpatik ini bisa menyebabkan kulit seseorang yang malu menjadi memerah. Kulit seseorang yang mudah sekali memerah disebabkan oleh kondisi bengkaknya pembuluh darah kronis yang dikenal dengan rosacea, menurut National Rosacea Society. Namun, hal ini bukanlah masalah serius karena warna merah tersebut biasanya menyebar ke seluruh tubuh dan bukan hanya wajah dan biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti suhu atau makanan pedas.

• Takut
Ketika seseorang merasa terancam atau ketakutan, otak akan memerintahkan sinyal kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin atau yang lebih dikenal sebagai adrenalin. Akibatnya, terjadi peningkatan kecepatan denyut jantung dan darah mengalir ke otot lebih cepat. Adrenalin juga mempengaruhi beberapa aliran darah pada kulit dan wajah serta menyempitkan pembuluh darah di kulit untuk mengontrol dan membatasi perdarahan jika terluka. Bahan kimia yang dilepaskan ketika seseorang sedang ketakutan bisa menyebabkan kulit terlihat pucat dan kusam.