Efek Kemoterapi untuk Keluarga Pasien

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Efek Kemoterapi Untuk Keluarga Pasien

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sel kanker dengan menghambat reproduksi pembelahan sel yang sangat cepat seperti pada tumor. Tetapi tanpa diduga, sebuah riset menunjukkan bahwa kemoterapi juga ternyata dapat memicu pertumbuhan kanker. Sebagai pengobatan kanker kemoterapi menimbulkan efeksamping, yang paling sering terjadi adalah mual-muntah, mielosupresi (menekan produksi darah), kelelahan, rambut rontok dan sariawan. Efek samping terjadi, akibat obat kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker tapi juga sel normal yang ikut membelah cepat. Seperti, sel saluran pencernaan, kulit, rambut dan sperma. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan orang yang tinggal bersamanya perlu berhati-hati, 48 jam pertama setelah kemoterapi. Pasalnya obat kemoterapi punya efek menimbulkan kanker bagi penderitanya, juga orang di sekitarnya yang kontak dengan muntah, urin, feses, orang yang menjalani kemoterapi. Jika ada yang sedang menjalani kemoterapi, baik anak atau suami di rumah harus tetap hati-hati. Kontak dengan urin, muntah, tinja orang yang menjalani kemoterapi memang tidak banyak, namun hati-hati. Ingat, muntah, urin, tinja atau produk apa pun dari pasien yang menjalani kemoterapi baru bisa bersih dalam dua hari, jadi 48 jam harus dijaga. Kemoterapi mempunyai efek yang bisa menimbulkan kanker. Kontak dengan bahan kemoterapi juga bisa meningkatkan risiko kanker pada orang lain di lingkungan penderita kanker.

Obat kemoterapi bisa membuat pasien terkena kanker kedua, paling sering kanker darah. Leukimia muncul karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan kanker lainnya. Jadi jika seseorang menjalani kemoterapi kanker payudara, jika tidak hati-hati dalam 48 jam setelah kemo, risiko muncul kanker darah meningkat, termasuk pada orang lain di sekitarnya akibat kontak dengan obat kemoterapi. Obat kemoterapi keluar dari tubuh penderita kanker lewat berbagai cara, muntah, urin, tinja, darah karenanya hati-hati sebelum dua hari pascakemo. Namun, bukan berarti keluarga penderita kanker harus memisahkan diri, misalnya tidak menggunakan toilet yang sama. Boleh saja pakai toilet yang sama, asal yakin perilaku pasien di toilet benar atau misalnya menyiram bekas urin dengan benar. Efek kemoterapi yang menimbulkan kanker pada orang lain, bukan hanya pada pasien, terbukti pada perawat yang bekerja di ruang pencampuran obat kemoterapi. Data yang menyebutkan ada perawat yang tidak menggunakan pelindung, seperti sarung tangan, terkena kanker 15-20 tahun kemudian. Kemoterapi pada sebagian penderita kanker bisa menimbulkan berbagai efek sampingan, meski sifatnya hanya sementara.  Tidak setiap orang mendapatkan obat kemoterapi yang sama. Kemoterapi untuk beberapa kanker mungkin jauh lebih kuat dan menyebabkan lebih banyak efek samping dari obat lain. Juga berbeda, tergantung pada setiap kondisi fisik kesehatan Anda dan kebugaran akan mempengaruhi bagaimana tubuh anda bereaksi terhadap kemoterapi. Untuk efek samping bagi orang-orang disekitar, bisa dihindari dengan menampung dan membuang setiap cairan tubuh yang keluar dari tubuh si pasien dengan benar.

Artikel Terkait Efek Kemoterapi untuk Keluarga Pasien: