Diabetes Bukan karena Kebanyakan Gula

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Diabetes » Diabetes Bukan Karena Kebanyakan Gula

Jumlah penderita diabetes yang terus meningkat di semua negara termasuk Indonesia menjadikan penyakit ini sebagai ancaman menyeluruh. ** Data paling baru menyebutkan angka penderita diabetes mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, itu belum termasuk penderita diabetes yang tidak terdeteksi atau tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Angka tersebut jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Selama ini, banyak orang yang beranggapan bahwa kencing manis adalah penyakit gula di mana kadar gula dalam darah penderita menjadi tinggi di atas kadar gula normal dan itu disebabkan oleh kebanyakan mengkonsumsi gula. Gula itu sebenarnya bukan masalah utamanya, melainkan kalori. Kalori lah yang merupakan masalah utama diabetes dan kenaikan kadar gula darah seseorang lebih disebabkan oleh kegagalan insulin dalam menjalankan fungsinya sebagia pengontrol kadar gula darah.

Gula secara alami juga dijumpai pada produk susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Gula memberikan kontribusi tidak melebihi 15 persen dari total energi per hari. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar makanan manis mengandung lemak dan energi yang tinggi, dan memiliki zat gizi yang relatif rendah. Karena itu, lakukan pola makanan seimbang, yaitu rendah lemak dan tinggi karbohidrat, tak ada alasan menjauhi gula. Dengan pola makan seimbang, Anda secara otomatis akan membatasi konsumsi gula.

Jika kalori dikonsumsi terlalu banyak dapat membuat lemak menumpuk dan akibatnya akan menyebabkan insulin bekerja dengan lebih banyak. Jika terus dipaksakan bekerja lebih banyak, maka lama-lama insulinnya itu akan rusak. Seperti yang telah banyak dijelaskan bahwa akibat insulin rusak itulah akhirnya menyebabkan insulin tidak berfungsi lagi, sehingga mengakibatkan diabetes. Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Tidak banyak orang yang tahu kalau tingginya konsumsi lemak tidak hanya mengakibatkan obesitas dan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi juga salah satu faktor terbesar yang menyebabkan penyakit diabetes.

Walaupun diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar saat ini, namun masih banyak orang yang tidak memahami kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena diabetesitu sendiri gejalanya memang tidak terlihat, kebanyakan dari kita masih mengira penyakit ini disebabkan karena konsumsi makanan manis terlalu banyak. Padahal diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan konsumsi gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Diabetes Care tahun 2010 menyatakan bahwa tingginya konsumsi lemak bisa menaikkan risiko seseorang terkena penyakit diabetes. Semakin banyak jumlah lemak yang dikonsumsi, risiko diabetes pun semakin meningkat. Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berawal dari kenyataan bahwa penderita diabetes biasanya dianjurkan harus membatasi asupan gula mereka. Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa.

Bagi pasien diabetes, mengatur pola makan memang penting guna mengontrol kadar gula darahnya. Buat pasien diabetes, semua boleh dimakan tapi diukur. Gula murni memang sebaiknya dihindari dan jika hendak mengonsumsinya sedikit saja. Sebab, gula murni cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Jika memungkinkan, pasien bisa menggunakan gula pengganti tapi tidak berlebihan. Sehingga yang namanya pantang makanan tertentu 100 persen itu tidak ada. Tapi, jumlah kalorinya diatur, dihitung. Terapkan prinsip nikmati, batasi, dan imbangi. Silakan makan asupan apapun tapi jumlahnya dihitung, dibatasi. Kemudian kalau dirasa berlebih, diimbangi dengan olahraga. Untuk pasien diabetes, umumnya pola makan dibagi menjadi makan besar 3 kali dan selingan. Tujuannya, supaya asupan makanan tidak tertumpuk di satu waktu.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Namun pada penderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk. Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya.

Semua gula pada dasarnya sama, tidak terdapat satu pun yang memberikan keuntungan gizi signifikan melebihi yang lain, kecuali manfaat kesehatan yang berasal dari makan buah terletak pada kandungan vitamin, mineral, serat, dan flavonoidnya, bukan pada jenis gula yang dikandung oleh buah. Jadi yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa.

Komplikasi

Komplikasi adalah risiko yang paling dikhawatirkan dari pasien diabetes. Diabetes itu komplikasinya banyak, karena diabetes ini menyerang pembuluh darah dan saraf, dari ujung kepala ke ujung kaki. Diabetes sering ditakuti karena terkait dengan kerusakan pada beberapa organ tubuh. Penyebab kematian pasien diabetes sebenarnya bukan karena penyakit itu sendiri tetapi komplikasinya. Hampir 40 persen meninggal karena penyakit jantung, sisanya karena gagal ginjal, stroke, atau kanker. Selain menaikkan kadar gula darah, yang menyebabkan kelelahan dan gejala kronis, diabetes juga dapat merusak organ-organ penting. Jika pembuluh darah di kepala terhambat maka bisa mengakibatkan stroke.

Pada mata yang terkena dapat mengakibatkan kebutaan. Sedangkan jika jantung yang terhambat maka bisa mengakibatkan serangan jantung. Apalagi diabetesi memiliki risiko hingga 2 kali lipat untuk dapat terserang penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan komplikasi paling mematikan dari diabetes. Pada jantung, peningkatan kadar gula darah benar-benar dapat merusak pembuluh darah yang mengangkut darah ke dan dari jantung. Pasokan darah yang tidak memadai akan memaksa jantung bekerja terlalu keras, sehingga menyebabkan nyeri dada, sesak napas dan irama jantung yang tidak teratur. Dalam kasus ekstrem, ini dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyumbatan.

Bagi ginjal, pembuluh darah yang rusak karena kadar gula darah tinggi akan menyulitkan ginjal untuk mengeluarkan produk sisa dari darah. Dalam kasus ekstrem, limbah ini menyebabkan ginjal gagal. Oleh karena itu, Anda mungkin harus melakukan transplantasi ginjal atau dialisis (cuci darah) untuk mempertahankan hidup.

Komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh diabetes ada yang akut, seperti hipoglikemi (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), atau komplikasi kronik. Komplikasi kronik sendiri ada yang memengaruhi pembuluh darah besar seperti penyakit jantung koroner atau stroke, atau yang memengaruhi pembuluh darah kecil sehingga pasien menderita gangguan saraf, ginjal, impotensi, atau kebutaan.

Untuk mencegah munculnya komplikasi pada diabetes adalah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan sehat, istirahat, olahraga, menjaga berat badan tetap normal dan berkumpul dengan diabetesi. Yang penting adalah mengatur total kalori yang diasup setiap hari.

Artikel Terkait Diabetes Bukan karena Kebanyakan Gula: