Diabetes Komplikasi Gagal Ginjal

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Diabetes Komplikasi Gagal Ginjal

Ancaman diabetes mellitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12-20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan. Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar. Kerusakan pada masing-masing jenis pembuluh darah itu menimbulkan gejala dan keluhan yang berbeda. Telah kita ketahui bahwa faktor pemicu terjadinya gagal ginjal diantaranya ialah hipertensi, stroke, kanker, lupus, dan tidak ketinggalan Diabetes. Jika kedua penyakit ini dikontrol dengan baik melalui pengobatan teratur maka penyakit ginjal akan dapat dicegah sedini mungkin atau diperlambat. Penyakit ginjal kronik juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yang akhirnya juga merupakan penyebab kematian terbanyak penderita gagal ginjal. Penderita diabetes (diabetisi) harus mewaspadai beragam komplikasi kronis yang ditimbulkan oleh penyakit diabetes salah satunya ialah nefropati diabetik (penyakit ginjal diabetik). Nefropati diabetik ialah gangguan fungsi ginjal akibat terdapatnya kebocoran yang memungkinkan protein lolos dan bercampur dengan air seni. Kondisi ini menyebabkan fungsi penyaringan, pembuangan dan hormonal ginjal terganggu yang dapat mengakibatkan rangsangan pembuatan sel darah merah di sumsum tulang akan menurun sehingga terjadi gejala-gejala anemia. Pada kondisi lanjut, hal ini bisa menyebabkan gagal ginjal terminal. Mekanisme diabetes dalam merusak ginjal diawali dengan tingginya gula darah dalam tubuh sehingga bereaksi dengan protein yang pada akirnya mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membrane basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Gejala nefropati diabetik baru terasa saat kerusakan ginjal sudah parah yakni ditandai dengan bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cengukan dan mengalami penurunan berat badan. Walaupun gejala komplikasi yang timbul seringkali tidak khas, terdapat cara untuk melakukan deteksi dini yakni dengan cara memeriksakan urin; apakah sudah terdapat protein di dalam urin (albuminuria). Untuk itu deteksi dini dari ketidakberesan ginjal menjadi sangat penting dan memungkinkan pengobatan yang sesuai sebelum terjadi kerusakan ginjal atau terjadi manifes perparahan karena komplikasi yang lain. Agar tidak terjadi penurunan fungsi ginjal yang diakibatkan oleh nefropati diabetik, maka sebaiknya rutin memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar lemak dalam tubuh. Gejala yang timbul tergantung kepada beratnya kegagalan ginjal, progresivitas penyakit dan penyebabnya. Para ahli merekomendasikan penderita gagal ginjal harus mengonsumsi protein sesuai dengan diet yang direkomendasikan dan sebaiknya menghindari diet tinggi protein.

Gejala gagal ginjal yang perlu Anda waspadai :
• Kejang
• Tremor tangan
• Mual, muntah
• Rasa pegal di punggung
• Gatal-gatal, utamanya di kaki
• Kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
• Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan)
• Perubahan mental atau suasana hati akibat kotoran tidak bisa dibuang oleh ginjal
• Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan)
• Kencing terasa kurang dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya
• Kencing berubah warna, berbusa, atau sering bangun malam untuk kencing.
• Sesak napas, akibat air mengumpul di paru-paru. Keadaan ini sering disalahartikan sebagai asma atau kegagalan jantung.
• Napas bau karena adanya kotoran yang mengumpul di rongga mulut. Untuk orang dengan fungsi ginjal yang sudah sangat berkurang, diet rendah protein dapat membantu menunda gagal ginjal. Berikut ada beberapa kondisi yang terjadi pada tubuh jika mengalami komplikasi kencing manis (Diabetes Mellitus) :
• Telinga,  pendengaran menurun
• Mata, penglihatan menjadi agak kabur
• Lidah, tidak sensitif lagi terhadap rasa dan menjadi terasa tebal
• Rambut, mudah rontok tanpa sebab yang jelas
• Ludah, menjadi kental dan mulut selalu terasa kering
• Gigi, mudah goyah dan lepas
• Lever, mudah terkena penyakit hati
• Perut, mudah kembung
• Ginjal, mudah terkena gangguan fungsi ginjal
• Kandung kemih, jadi sering ngompol
• Seksual, kemampuan seks menurun
• Urat syaraf, tegang, kesemutan, rasa tebal, sering kram
• Pembuluh darah, mengecil dan mudah timbul borok
• Kulit, mudah korengan dan bisulan

Pencegahan

Pencegahan merupakan cara yang terbaik karena saat pasien diabetes sudah mengalami gagal ginjal terminal mereka harus menjalani terapi pengganti ginjal yaitu berupa dialisis (hemodialisis dan peritoneal dialisis) atau tranplantasi ginjal.

Mencegah Komplikasi diabetes :

• Penderita DM, agar selalu melakukan pemeriksaan atau kontrol tekanan darah, dan kadar kolesterol total  secara rutin serta menjaganya pada kondisi yang normal.
• Perlu diadakan penelitian lanjutan dengan variabel glikosilasi hemoglobin (HbA1c) sebagai dasar dalam menentukan terkontrol tidaknya kadar gula darah pada penderita  DM.
• Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan rancangan penelitian yang lebih baik seperti studi kohort dengan sampel yang lebih besar.