Depresi

Solusi Depresi

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

Depresi

Depresi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti trauma, sedih berkepanjangan, masalah keuangan, hingga tidak memiliki pekerjaan. Namun ternyata tanpa mengalami hal-hal tersebut seseorang bisa juga mengalami depresi.

Dalam pandangan masyarakat awam dan kalangan medis yang tidak terlalu memahami masalah gangguan kejiwaan, depresi lebih dipandang sebagai kumpulan gejala psikologis yang ditandai dengan rasa putus asa, kecewa berlebihan, ingin bunuh diri dan ketiadaan harapan.

Gejala fisik seperti sulit konsentrasi, kehilangan konsentrasi, rasa lelah yang berlebihan, aktivitas motorik tubuh yang menurun merupakan gejala fisik yang jarang dikenali sebagai gejala depresi. Hanya gangguan tidur seperti insomnia yang banyak dikeluhkan pasien dan dianggap merupakan kondisi yang mengganggu.

Walaupun tidak memiliki hubungan kausalitas, diabetes menjadi penyakit endokrin yang paling sering dihubungkan dengan depresi. Angka kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus mencapai sekitar 18-31 persen. Sementara penderita depresi pada populasi normal berkisar 11-15 persen.

Penyakit diabetes dapat mempengaruhi keseimbangan sistem monoamine di otak. Ini adalah suatu sistem yang mengatur kerja neurotransmitter di otak yang bernama bopamin, serotonin dan norephinephrine.

Ketidakseimbangan serotonin dalam otak inilah yang dapat membuat pasien diabetes menjadi sangat rentan terhadap depresi. Mereka yang cenderung lebih rentan terkena depresi adalah penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak bisa lagi memproduksi insulin.

Ada hal-hal yang mungkin tidak disadari yang ikut memicu terjadinya depresi, berikut diantaranya:

Penyakit tiroid

Saat tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu di dalam leher, tidak menghasilkan cukup hormon tiroid (hipotiroidisme), maka seseorang bisa mengalami depresi. Hormon ini sejatinya memiliki banyak fungsi, namun salah satu fungsi utamanya yaitu sebagai penghantar rangsangan saraf dan mengatur kadar serotonin.

Merokok

Merokok dikaitkan dengan depresi, walaupun belum jelas apa yang sebenarnya menjadi penyebabnya, merokok menyebabkan depresi atau depresi menyebabkan orang cenderung untuk merokok.

Meski demikian, zat yang ada dalam rokok nikotin diketahui dapat mempengaruhi aktivitas saraf dalam otak sehingga meningkatkan kadar dopamin dan serotonin yang berperan sebagai obat antidepresan. Risikonya jika tidak merokok, tubuh akan kekurangan dopamin dan serotonin yang mengakibatkan depresi. Inilah yang menjadikan rokok bersifat adiktif.

Kebiasaan kurang tidur

Tidur merupakan kebutuhan penting bukan hanya untuk menjauhkan tubuh dari peradangan, tapi juga dari depresi. Sebuah studi menemukan, orang sehat yang kurang tidur memiliki aktivitas otak lebih besar saat melihat gambar yang membuat kesal dibandingkan mereka yang tidak. Aktivitas otak yang besar saat kesal merupakan ciri dari orang yang depresi.

Jika tidak cukup tidur, maka otak tidak memiliki waktu untuk memperbaiki sel-sel otak yang rusak sehingga mengganggu kinerja otak. Kinerja otak merupakan salah satu faktor penyebab depresi.

Tempat tinggal

Studi menemukan, orang yang tinggal di kota memiliki tingkat stres 39 persen lebih tinggi daripada mereka yang tinggal di desa. Menurut sebuah studi, orang yang tinggal di kota memiliki aktivitas otak lebih tinggi lantaran stres yang dialami. Sehingga stres berkepanjangan akan menimbulkan depresi.

Terlalu banyak menggunakan media sosial

Hasil studi menunjukkan, terlalu banyak menggunakan media sosial berhubungan dengan depresi, terutama pada remaja. Hal ini terjadi lantaran kurangnya interaksi antarmanusia dalam kehidupan nyata, dan cenderung untuk berpikir tidak realistis pada dunia.

Terlalu banyak pilihan

Saat menghadapi banyak pilihan, orang mungkin saja mengalami depresi. Dari hal sederhana seperti makanan, memilih yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan dapat menjadi sangat melelahkan.

Kurang makan ikan

Kurang asupan asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan salmon dan minyak sayur diketahui meningkatkan risiko depresi.

Pil KB

Seperti obat-obatan, pil KB juga memiliki efek samping, salah satunya depresi. Meskipun efek ini tidak ada dalam setiap orang.

Obat-obatan

Depresi kadang merupakan efek samping dari penggunaan banyak obat-obatan, seperti obat insomnia, penurun kolestrol, dan beberapa obat lainnya.

Terapi Depresi