Batu Empedu

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Batu Empedu

Batu Empedu merupakan timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Batu empedu berbentuk lingkaran, oval, atau facet ditemukan pada salurqan empedu. Batu empedu mengandung kolesterol , kalsium bikarbonat, kalsium bilirubinat, atau gabungan elemen-elemen tersebut. Batu empedu sering dijumpai dan tidak semua nyeri pada ultrasonografi merupakan batu empedu.  Sebagian besar batu empedu mengandung kolesterol, dan sekresinya yang berlebihan ke dalam empedu diduga menjadi faktor utama dalam pembentukan penyakit batu empedu. Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan makin bertambah dengan meningkatnya usia prevalensi batu empedu bervariasi secara luas diberbagai Negara dan diantara kelompok – kelompok etnik yang berbeda beda oada satu Negara. Faktor gaya hidup seperti diet, obesitas, penurunan berat badan dan aktibitas fisik yang rendah juga berpengaruh. Rasio penderita wanita terhadap pria yakni tiga banding satu pada kelompok usia dewasa masa reproduktif dan berkurang menjadi kurang dari dua banding satu pada usia di atas 70 tahun. Selain itu, wanita yang mengalami lebih dari 2 kali kehamilan, maka resiko mendapatkan batu empedu semakin tinggi. Obesitas/kegemukan mempunyai resiko menderita batu empedu lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Beberapa upaya pencegahan terbentuknya batu empedu yang dapat ditempuh antara lain menjaga berat badan agar tetap normal, menurunkan kolesterol, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Tetapi di lain pihak, diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat merangsang hati untuk mengeluarkan kolesterol dalam jumlah besar ke dalam cairan empedu, sehingga dapat menimbulkan batu empedu.

Faktor risiko

Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, batu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena batu empedu. • Usia lanjut. Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.
• Wanita. Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon wanita dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
• Obesitas. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan memiliki BMI lebih dari 32 memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan yang memiliki BMI antara 24 s.d. 25.  Risiko meningkat tujuh kali lipat pada wanita dengan BMI lebih dari 45.
• Genetik. Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Penyebab

• Pembentukan batu empedu bisa terjadi bila empedu mengandung banyak kolesterol, bilirubin, atau kurangnya garam empedu.
• Ketika kandung empedu tidak bisa dikosongkan dengan benar, risiko pembentukan batu empedu bisa meningkat.
• Kadar estrogen yang berlebihan akan menyebabkan kadar kolesterol yang lebih tinggi pada empedu.
• Riwayat keluarga, obesitas, dan kondisi kesehatan tertentu bisa dikaitkan dengan batu empedu.
• Diet tinggi lemak dan diet rendah serat juga turut menjadi faktor terjadinya batu empedu.

Gejala

• Rasa nyeri di perut, di bawah rusuk yang menjalar ke punggung, tulang belikat, atau di bawah bahu kanan menjadi gejala khas dari batu empedu.

• Seorang dengan batu empedu mungkin akan mengalami sakit parah dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi.

• Beberapa gejala umum lainnya meliputi mual, muntah, perut kembung, gas usus, gangguan pencernaan, dan jaundice (kulit kuning).

• Selain itu gejala mirip flu, seperti menggigil, keringat dingin, dan demam juga bisa terjadi yang disertai nyeri perut.

Orang-orang yang rentan mengalami batu empedu adalah sebagai berikut:

• Kegemukan atau kelebihan berat badan, terutama perempuan.
• Orang yang baru saja kehilangan berat badan dalam jumlah banyak
• Orang khususnya laki-laki yang sengaja menurunkan berat badan, lalu meningkatkannya lagi.
• Perempuan yang sedang menggunakan kontrasepsi oral (pil KB)
• Perempuan yang sedang menjalani terapi esterogen dosis tinggi
• Memiliki riwayat batu empedu pada kerabat dekatnya
• Orang-orang yang asupan lemak dari makanannya tinggi
• Perempuan 2 kali lebih rentan kena batu empedu daripada laki-laki
• Orang-orang di atas usia 60 tahun
• Orang-orang yang sedang mengonsumsi obat antikolesterol golongan statin
• Orang-orang dengan diabetes
• Perempuan yang sedang menjalani terapi sulih hormon saat menopause.

Tips merawat penyakit batu empedu adalah :

• Kurangi makanan berlemak untuk mencegah serangan.
• Hindari makanan yang digoreng, daging kambing, daging babi, bumbu-bumbu yang • merangsang, dan makanan yang kadar gulanya tinggi.
• Hindari makanan yang menimbulkan gas, seperti kol, sawi, lobak, mentimun, ubi, nangka, • durian, serta minuman yang mengandung soda dan alcohol.

Pencegahan

Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. Terdapat berbagai macam pengobatan alami yang bisa di gunakan untuk menyembuhkan gangguan batu empedu. Pengobatan alami untuk gangguan batu empedu tidak bisa menggantikan pengobatan medis tetapi bisa memfasilitasi pemulihan dan mengurangi efek-efek negatifnya.

Artikel Terkait Batu Empedu: