Batu Empedu, Bersembunyi di Balik Perut Buncit

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Batu Empedu Bersembunyi Di Balik Perut Buncit

Perut buncit ternyata tidak hanya berhubungan dengan risiko diabetes, jantung, hipertensi, stroke, mendengkur. Tetapi, dibalik perut yang gendut dan lemak yang tebal ada kemungkinan bersembunyinya batu empedu.  Risiko batu empedu pada pemilik perut buncit lebih besar dibandingkan perut yang flat, berat badan normal. Pada wanita  gemuk usia 40 tahun ke atas yang dikenal dengan singkatan,  3 F , Female, Fat, dan Fourty, kemungkinan bersarangnya batu empedu ini lebih besar lagi. Batu empedu, sesuai namanya, adalah batu dalam kandung atau saluran empedu yang terutama dibentuk oleh kolesterol yang ada dalam cairan empedu. Bila produksi kolesterol ini berlebihan seperti pada orang yang gemuk, dan penyerapannya tidak seimbang, maka kemungkinan pembentukan batu empedu ini semakin besar.
Obesitas memang memang merupakan faktor risiko utama batu empedu, apalagi pada wanita. Wanita pada umur 20-60 mempunyai risiko dua kali lebih besar menderita batu empedu dibanding pria. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan berat badan sedikit saja bisa meningkatkan risiko seseorang untuk berkembangnya batu empedu ini. Seiring meningkatnya kejadian obesitas pada anak-anak dan remaja, risiko mereka terkena batu empedu juga semakin besar. Suatu  penelitian yang melihat kejadian batu empedu pada anak umur 10-19 tahun di California menunjukkan bahwa anak-anak wanita  yang sangat gemuk mempunyai risiko delapan kali terkena batu empedu ini dibandingkan dengan kelompok temanya dengan berat badan normal. Mereka yang mengalami kegemukan mempunyai risiko terkena batu empedu dua kali lebih besar dibanding mereka yang memiliki berat badan normal. Risiko meningkat lagi pada mereka yang obesitas. Oleh karena itu, bangga, dan membiarkan anak-anak Anda gemuk sama saja dengan menabur bibit batu dalam kandung empedunya. Bila suatu saat membesar, dan mengalami komplikasi, tindakan operasi sering diperlukan. Pasien dengan batu empedu sering tidak menampakkan gejala, bahkan sebagian besar mereka tidak mengetahui bahwa ada batu bersembunyi dalam empedunya. Mual, muntah, kembung, dan perasaan tidak enak terutama setelah mengonsusmsi makanan berlemak, bisa dijumpai. Bila terjadi komplikasi seperti infeksi, penyumbatan saluran empedu, nyeri yang diakibatkannya bisa sakit sekali, menyerupai serangan kolik. Gejala akibat obstruksi saluran empedu bisa serupa dengan hepatitis,  mata, kulit kuning bisa juga terjadi. Kemudian, karena faktor risiko utama batu empedu adalah kegemukan. Maka, upaya mencegah, menurunkan berat badan adalah penting sekali. Diet, olahraga bisa membantu. Mengurangi konsumsi daging merah, apalagi yang banyak mengandung lemak sangat dianjurkan. Tetapi penurunan berat badan yang cepat, kemudian naik lagi, dikenal dengan diet yo-yo, malah bisa meningkatkan risiko Anda terkena batu empedu. Jika Anda gemuk, apalagi seorang wanita, usia lebih dari 40 tahun, Anda harus hati-hati, pemeriksaan untuk memastikan  ada tidaknya batu empedu itu lebih baik dilakukan. jangan menunggu komplikasi dulu baru Anda ke dokter.  Pencegahan terbaik adalah mempertahankan berat badan normal, olahraga, mengurangi daging merah terutama yang banyak mengandung lemak..