Penyebab Anemia Pernisiosa

Solusi Anemia

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Anemia » Penyebab Anemia Pernisiosa

Penyakit anemia pernisiosa merupakan kondisi di mana jumlah sel-sel darah merah rendah dan tidak dapat berfungsi secara normal, akibat ketidakmampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12, suatu vitamin yang diperlukan untuk produksi sel-sel darah.

Kondisi tersebut memicu penyakit lambung, tubuh secara drastis kekurangan jumlah sel darah merah, serta dampak negatif lainnya bagi kesehatan. Rendahnya jumlah sel-sel darah merah akibat ketidakmampuan menyerap vitamin B12 disebabkan banyak faktor penyebab seperti karena keturunan.

Anemia pernisiosa adalah jenis anemia makrositik dan kadang-kadang disebut anemia megaloblastik karena ukuran besar sel darah merah yang diproduksi. Penyakit anemia pernisiosa tidak hanya menjangkiti orang dewasa, tetapi juga ada pada usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua lanjut usia.

Vitamin B12 diperlukan untuk membentuk sel darah merah dan menjaga kenormalan fungsi saraf. Sehingga jika seseorang mengalami anemia pernisiosa biasanya disertai dengan gangguan saraf, seperti sering kesemutan, rasa baal atau kebas pada tangan dan kaki, gangguan daya ingat, dan gangguan penglihatan.

Anemia pernisiosa yang terjadi akibat defisiensi absorbsi vitamin B12 menyebabkan gangguan penyimpanan cadangan vitamin B12 dalam hati dan sumsum tulang. Akibatnya terjadi gangguan sintesa DNA (deoxyribonucleic acid) sehingga menyebabkan produksi sel darah merah tidak aktif membelah pada sumsum tulang dan traktus gastro intestinal. Selain terganggunya sintesa DNA, defisiensi absorbsi vitamin B12 dapat mengganggu sintesa RNA (ribonucleic acid) yang berakibat terganggunya sistem saraf.

Penyebab Anemia Pernisiosa

  • Ketidakcukupan asupan makanan sumber vitamin B12
  • Vegetarian
  • Kekurangan faktor intrinsik (karena anemia pernisiosa, destruksi mukosa lambung, atau pembedahan lambung)
  • Faktor intrinsik terhambat
  • Sekresi asam menurun
  • Kekacauan pada perut (seperti peradangan pada perut, kanker, kekacauan sekresi cairan pankreas atau getah lambung)
  • Defisiensi enzim
  • Gangguan hati
  • Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama:
    • Antacid
    • Obat-obatan untuk menurunkan asam lambung dan obat diabetes (seperti metformin, phenformin, dan biguanides) pertumbuhan bakteri abnormal dalam usus halus yang menghalangi penyerapan vitamin B12
  • penyakit tertentu (misalnya penyakit Crohn)
  • pengangkatan lambung atau sebagian dari usus halus dimana vitamin B12 diserap.

Gejala Anemia Pernisiosa

Gejala utama anemia defisiensi vitamin B12 atau folat adalah letih dan lelah.

Berikut beberapa gejala anemia pernisiosa lainnya:

  • Detak jantung cepat
  • Ikterus atau kekuning kuningan pada tubuh
  • Rasa kesemutan serta mati rasa di area tangan dan kaki
  • Sulit untuk konsentrasi
  • Pucat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nafas yang pendek
  • Mati rasa dari alat gerak, dan gangguan sensasi gerak
  • warna kulit menjadi lebih gelap
  • linglung
  • depresi
  • penurunan fungsi intelektual.

Pada pasien anemia pernisiosa yang parah dapat terlihat warna kulit kekuning-kuningan, kulit menjadi licin, penderita anemia pernisiosa terjadi gangguan sensorik yang mengakibatkan kesulitan berjalan, kekakuan, gangguan posisi tubuh, dan perasaan bergetar serta hilangnya kepribadian berupa halusinasi.

Defisiensi vitamin B12 selain dapat mengubah permukaan lidah, juga dapat membuat lapisan lambung menjadi tipis dan menyusut. Perubahan apapun yang terjadi di dalam lambung akan membawa peluang besar ke arah kanker lambung. Selain itu, anemia pernisiosa juga mengakibatkan ukuran hati membesar.

Pengobatan dan Pencegahan Anemia Pernisiosa

Banyak konsumsi makanan, minuman dan buah-buahan serta sayur-mayur yang kaya zat besi, vitamin B12 serta makanan lain yang mengandung zat bermanfaat untuk menambah sel darah merah dalam tubuh.

Terapi Anemia