Komplikasi Anemia Sel Sabit

Solusi Anemia

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Anemia » Komplikasi Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah sejenis anemia kongenital dimana sel darah merah berbentuk menyerupai sabit, karena adanya hemoglobin abnormal. Penyakit sel sabit adalah sekelompok kelainan genetik seumur hidup yang sering dimulai pada anak usia dini. Jenis yang paling umum adalah anemia sel sabit. Biasanya, sel-sel darah merah bersifat fleksibel dan bulat dan bisa bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah.

Pada seseorang yang mengidap anemia sel sabit, sel-sel darah merah menjadi kaku dan lengket dan berbentuk seperti sabit atau bulan sabit. Sel-sel berbentuk tidak teratur dapat terjebak dalam pembuluh darah kecil sehingga dapat memperlambat atau menghambat aliran darah dan oksigen ke bagian-bagian tubuh.

Penyakit sel sabit menyebabkan rasa sakit, infeksi berulang, dan gejala anemia, seperti sesak napas dan kelelahan. Perjalanan penyakit sangat bervariasi dari orang ke orang.Beberapa memiliki gejala ringan. Lainnya seringkali memerlukan rawat inap untuk masalah yang lebih serius.Pengobatan mungkin melibatkan obat nyeri, transfusi darah, penisilin, HU, atau transplantasi sumsum tulang.

Penyakit sel sabit hampir secara eksklusif menyerang orang kulit hitam.

Sickle cell anemia (SCA) adalah penyakit genetik yang resesif, artinya seseorang harus mewarisi dua gen pembawa penyakit ini dari kedua orangtuanya. Hal inilah yang menyebabkan penyakit SCA jarang terjadi. Seseorang yang hanya mewarisi satu gen tidak akan menunjukkan gejala dan hanya berperan sebagai pembawa. Jika satu pihak orangtua mempunyai gen sickle cell anemia dan yang lain merupakan pembawa, maka terdapat 50% kesempatan anaknya menderita sickle cell anemia dan 50% kesempatan sebagai pembawa.

Berikut beberapa komplikasi dari anemia sel sabit yang bisa terjadi:

  • Rentan terhadap infeksi

Terutama mengalami infeksi pneumonia dan osteomielitis dan mengalami krisis aplastika dengan infeksi

  • Ulkus kulit

Anemia sel sabit dapat menyebabkan luka terbuka, yang disebut borok.

  • Menderita batu kandung empedu

Karena peningkatan hemolisis yang menyebabkan batubilirubun.

  • Stroke

Stroke bisa terjadi jika sel-sel sabit menyumbat aliran darah ke area otak. Tanda-tanda stroke meliputi kejang, kelemahan atau mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berbicara tiba-tiba, dan kehilangan kesadaran.

  • Sindrom dada akut

Merupakan komplikasi anemia sel sabit yang dapat mengancam nyawa yang ditandai dengan nyeri dada, demam dan sesak napas. Sindrom dada akut dapat disebabkan oleh infeksi paru-paru atau sel sabit yang memblokir pembuluh darah di paru-paru. Kondisi ini mungkin memerlukan perawatan medis darurat dengan antibiotik dan perawatan lainnya.

  • Hipertensi paru (hipertensi pulmonal)

Orang dengan anemia sel sabit juga bisa mengalami tekanan darah tinggi di paru-paru. Sesak napas dan kelelahan adalah gejala umum dari kondisi ini, yang bisa berakibat fatal. Komplikasi ini biasanya mempengaruhi orang dewasa bukan anak-anak.

  • Kerusakan organ

Sel sabit dapat memblokir aliran darah melalui pembuluh darah, dan mengambil darah dan oksigen yang seharusnya diedarkan ke organ tubuh. Dalam anemia sel sabit, darah memiliki kandungan oksigen yang sangat rendah. Terambilnya darah yang kaya oksigen dapat merusak saraf dan organ dalam tubuh, termasuk ginjal, hati dan limpa. Kerusakan organ bisa berakibat fatal.

  • Priapisme (nyeri abnormal dan ereksi penis terus menerus).

Pria dengan anemia sel sabit mungkin mengalami ereksi tahan lama yang disertai rasa sakit, suatu kondisi yang disebut priapism. Jika terjadi di bagian lain tubuh, sel-sel sabit dapat memblokir pembuluh darah di penis. Hal ini dapat merusak penis dan akhirnya menyebabkan impotensi.

  • Kebutaan

Pembuluh darah kecil yang memasok nutrisi dan darah untuk mata bisa terhambat oleh sel sabit. Hal ini dapat merusak bagian mata yang memproses gambar visual (retina) dan menyebabkan kebutaan.

Terapi Anemia