Gejala Anemia Sel Sabit

Solusi Anemia

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Anemia » Gejala Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit (penyakit sel sabit) adalah gangguan darah yang disebabkan oleh hemoglobin normal yang mewarisi (protein pembawa oksigen dalam sel darah merah). Pada penyakit sel sabit, sel darah merah memiliki hemoglobin (protein pengangkut oksigen) yang bentuknya abnormal, sehingga mengurangi jumlah oksigen di dalam sel dan menyebabkan bentuk sel menjadi seperti sabit.

Sel berbentuk sabit tidak bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah. Bentuknya kaku dan lengket dan cenderung membentuk rumpun dan terjebak dalam pembuluh darah.

Orang-orang yang mewarisi gen sel sabit dari satu orangtua dan gen normal dari orang tua lain memiliki kondisi yang disebut sifat sel sabit (trait). Sifat sel sabit (trait) berbeda dari sel sabit anemia. Orang yang memiliki sifat sel sabit tidak memiliki penyakit, tetapi mereka memiliki salah satu gen yang menyebabkannya. Seperti orang-orang yang memiliki sel sabit anemia, orang-orang yang memiliki sifat sel sabit dapat melewati gen anak-anak mereka.

Dalam sel sabit anemia, jumlah sel darah merah lebih sedikit dari pada normal karena pada “sickle cell” sel darah merah tidak bertahan lama. Sel sabit biasanya meninggal setelah hanya sekitar 10 sampai 20 hari. Sumsum tulang tidak dapat membuat sel-sel darah merah yang baru cukup cepat untuk menggantikan yang sekarat.

Anemia sel sabit adalah sebuah warisan, penyakit seumur hidup. Orang-orang yang memiliki penyakit lahir dengan hal itu. Mereka mewarisi dua salinan gen sel sabit-satu dari masing-masing orangtua.

Tanda dan gejala anemia sel sabit biasanya belum muncul hingga bayi berusia minimal 4 bulan.

Tanda dan gejala anemia sel sabit

Tertundanya pertumbuhan

Sel darah merah bertugas membawa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Kekurangan sel darah merah sehat dapat memperlambat pertumbuhan pada bayi dan anak-anak serta menunda pubertas pada masa remaja.

Masalah penglihatan

Beberapa orang dengan anemia sel sabit mengalami masalah penglihatan akibat pembuluh darah kecil yang menuju mata mengalami penyumbatan oleh sel sabit.

Anemia

Sel darah merah biasanya bertahan di dalam tubuh selama sekitar 120 hari sebelum akhirnya mati dan digantikan oleh sel-sel darah baru karena sel sabit ini rapuh, sel bisa pecah dengan mudah dan mati, sehingga mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan jumlah sel darah merah sehat yang cukup. Tetapi sel sabit mati setelah rata-rata kurang dari 20 hari. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah (anemia) dalam waktu yang cukup lama. Tanpa sel darah merah yang cukup dalam sirkulasi, tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya sehingga penderita anemia akan mudah lelah.

Nyeri

Nyeri merupakan gejala utama anemia sel sabit. Nyeri terjadi ketika sel-sel darah merah berbentuk sabit menyumbat aliran darah melalui pembuluh darah kecil di dada, perut dan sendi. Nyeri juga bisa terasa pada tulang. Intensitas rasa sakit dapat bervariasi dan dapat berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa minggu. Beberapa orang mengalami hanya beberapa episode nyeri. Sedangkan yang lainnya mengalami episode nyeri yang lebih sering sepanjang tahun.

Sindrom tangan-kaki

Tangan dan kaki bengkak kemungkinan adalah tanda-tanda pertama dari anemia sel sabit pada bayi. Pembengkakan ini terjadi karena sel-sel darah merah yang berbentuk sabit tadi menghalangi aliran darah keluar dari tangan dan kaki.

Sering mengalami infeksi

Sel sabit bisa merusak limpa, organ yang melawan infeksi yang membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi. Dokter biasanya memberikan vaksin dan antibiotik pada bayi dan anak-anak penderita anemia sel sabit untuk mencegah infeksi berbahaya, seperti pneumonia.

Sindroma dada

yang ditandai dengan nyeri dada hebat dan kesulitan bernafas. Penyebab yang pasti dari sindroma dada ini tidak diketahui tetapi diduga akibat suatu infeksi atau tersumbatnya pembuluh darah karena adanya bekuan darah atau embolus (pecahan dari bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah).

Terapi Anemia