Amenore Sekunder

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik GoSehat.com

GoSehat.com » Amenore Sekunder

Amenore sekunder adalah tidak haid selama 6 bulan pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami haid teratur atau selama 12 bulan pada wanita yang mempunyai haid tidak teratur. Kehamilan adalah penyebab yang jelas dari amenore dan merupakan alasan yang paling umum untuk amenore sekunder. Bisa menyebabkan lebih lanjut bervariasi dan dapat mencakup kondisi yang mempengaruhi indung telur, rahim, hipotalamus, atau kelenjar pituitari. Angka kejadian amenore sekunder sekitar 1-3 persen pada wanita usia reproduksi. Amenore (tidak adanya menstruasi) dapat menjadi kondisi sementara intermiten, atau permanen hal ini diakibatkan disfungsi hipotalamus, hipofisis, uterus, vagina atau non-fungsi ovarium sama seperti penderita sindorm turner.

Gejala Gejala amenore sekunder adalah sebagai berikut:
– Pernah mengalami haid
– Tidak mengalami haid selama 6 bulan atau lebih
– Sakit kepala
– Galaktore
– Peningkatan atau penurunan berat badan
– Vagina kering
– Hirsutisme
– Penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan (disebabkan oleh tumor pituitari) Kemungkinan komplikasi yang dapat ditimbulkan akibat amenore sekunder tergantung dari penyebabnya.
Misalnya: penyebab dari amenore sekunder adalah kelainan pada rahim, maka kemungkinan dapat menyebabkan kanker rahim.

Penyebab Penyebab umum dari amenorea sekunder adalah :
Kehamilan
Menyusui
Berhenti menggunakan KB
Beberapa metode KB seperti Depo
Menopause
Penyebab lainnya:
Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
Gangguan hipotalamus dan hipofisis
Gangguan indung telur
Obat-obatan
Penyakit kronik dan Sindrom Asherman
Stress dan depresi
Penurunan berat badan yang ekstrim
Olahraga yang berlebihan
Ketidakseimbangan hormonal karena Polycystic Ovary Syndrome (PCOS),
Gangguan kelenjar tiroid
Walau jarang terjadi, tumor di ovarium atau otak.
Kegagalan dilatasi dan kuretase.
Konsumsi hormon tambahan
Kelainan pada rahim seperti mola hidatidosa dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan).
Kelainan endokrin (peningkatan aktivitas kelenjar adrenal yang menyebabkan sindrom cushing).

Faktor-faktor risiko terjadinya amenore sekunder antara lain: Aktivitas fisik yang terlalu berat (ekstrem)
Terlalu kurus (lemak tubuh kurang dari 15 – 17%
Adanya jaringan lemak yang berlebih pada seorang yang mengalami obesitas juga mempengaruhi proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur).
Stress psikis
Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antipsikotik, obat kemoterapi, dan kortikosteroid oral.

Pencegahan Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari amenorea, diantaranya : – Mengubah pola hidup sehat
– Kurangi beban pikiran atau stres.
– Olaraga cukup