Alergi Sinar Matahari

Solusi Sembuh Alami
Natural, Aman, Herbal, Halal, Uji Klinis
Ijin Badan POM Resmi, Hak Paten Dan Sertifikat Tingkat Dunia
Sudah Banyak Yang Sembuh

Klik www.ObatSakti.com

GoSehat.com » Alergi Sinar Matahari

Alergi matahari disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sinar matahari yang ditandai dengan ruam di daerah kulit yang terkena sinar matahari. Yuk ladies cari tahu lebih lanjut tentang jenis alergi matahari dan perawatan yang tepat. Alergi sinar matahari dikenal pula sebagai photosensitivity. Alergi sinar matahari terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memperlakukan kulit yang berubah akibat tersinari matahari sebagai zat asing dan memicu aktivasi mekanisme pertahanan tubuh sehingga memicu reaksi alergi. Secara umum kurang berfungsinyai sistem immunitas (kekebalan tubuh) melatarbelakangi timbulnya reaksi alergi. Dasar dari fungsi sistem immun adalah kemampuan untuk menemukan dan kemudian memusnahkan segala sesuatu yang dianggap asing oleh tubuh seperti bakteri dan virus. Benda asing tersebut disebut antigen. Untuk menangkal antigen tesebut, jaringan tubuh dirangsang untuk membuat zat anti yang disebut antibodi.

Sinar matahari bermanfaat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Sinar matahari juga diketahui mampu meningkatkan hormon endorfin, yang bisa membuat suasana hati lebih baik. namun tidak semua orang bisa terpapar sinar matahari karena tubuh mereka justru bisa terkena alergi dari sinar matahari. Alergi sinar matahari yang ringan dapat disebabkan oleh faktor genetik. Jika seseorang dalam keluarga alergi terhadap cahaya matahari atau memiliki alergi kronis lainnya, Anda mungkin mewarisi hipersensitivitas ini dalam sistem kekebalan tubuh.

Meskipun disebut alergi, namun penyakit ini bukanlah benar-benar alergi yang sesuai dengan alergi dalam arti medis. Alergi matahari lebih kepada reaksi toksik lokal yang membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Alergi kulit muncul pada hari pertama atau kedua ketika kulit terpapar sinar matahari, atau karena sinar matahari yang terlalu menyengat. Sinar UV, terutama UVA bertanggung jawab atas reaksi-reaksi inflamasi ini, tetapi tidak jarang untuk obat atau komponen dalam krim tabir surya bisa memperparah reaksi tersebut.

Lebih dari 15% dari penduduk Amerika terserang penyakit kulit PMLE akibat lamanya terkena sinar matahari. Tergantung pada gejalanya, Anda dapat menggunakan krim tropikal dengan kortikosteroid, tetapi untuk beberapa kasus alergi matahari yang parah, dokter ahli juga menyarankan dengan memberikan resep obat oral pada kulit.

Sebenarnya, alergi matahari itu seperti fotodermatosis. Umumnya, matahari tidak menyebabkan alergi. Ini hanya karena terakumulasinya faktor pemicu alergen pada orang yang menderita penyakit di organ internal. Orang sehat tak akan mengalami alergi usai berjemur. Jika terjadi, Anda harus berpikir ada masalah apa di tubuh Anda.

Ketika mengalami alergi matahari, Anda harus memeriksa hati, kelenjar adrenalin, dan ginjal.

Jenis alergi yang cepat timbul akibat paparan sinar matahari adalah urtikaria surya (solar urticaria). Dalam beberapa menit setelah terkena paparan sinar matahari, kulit akan terasa gatal-gatal. Namun, hal ini jarang terjadi pada umumnya, karena alergi tersebut biasanya hanya dirasakan oleh para wanita dari etnis kulit putih (Kaukasia).

Polymorphous Light Eruption (PMLE)

Jenis alergi matahari yang biasa terjadi dan sering mempengaruhi orang-orang dari semua ras dan segala usia. Gejala ini akan membutuhkan waktu yang lama hingga nampak di wajah, yaitu diamati terlebih dahulu selama 2 jam setelah terkena sinar matahari, dan jika terlihat bentuk alergi matahari berupa ruam, maka kulit akan terasa gatal-gatal dan terbakar.

Actinic prurigo

Alergi matahari juga bisa disebabkan karena penggunaan bahan kimia pada wajah atau hal yang tidak sengaja tertelan mengonsumsi bahan kimia ke dalam tubuh, yaitu disebut photoallergic eruption, dan dapat terjadi pada kulit normal yang sebelumnya tidak mengalami paparan sinar matahari secara langsung. Bentuk alergi sinar matahari ini merupakan jenis PMLE yang diwariskan. Karena diwariskan, actinic prurigo terjadi sejak masa kecil atau remaja. Actinic prurigo memiliki gejala yang sama dengan PMLE, namun dengan bintik merah terjadi lebih banyak pada wajah, dibandingkan tempat lain. Jenis alergi sinar matahari ini dapat diobati dengan obat-obat yang termasuk dalam kortikosteroid, thalidomide, obat antimalaria, dan beta-karoten, tergantung pada tingkat keparahan alergi.

Photoallergic Eruption

Ketika terkena sinar matahari, kulit bereaksi dengan komponen kimia yang digunakan dalam aplikasi kulit seperti tabir surya, parfum, kosmetik, atau salep. Akibat reaksi ini, kulit kemudian mengalami ruam merah kecil yang berisi cairan lepuh. Ruam dapat menyebar melalui pakaian. Gejala ini muncul dengan sendirinya 2 sampai 3 hari setelah paparan sinar matahari. Durasi photoallergic eruption tergantung pada durasi paparan dan substansi kimia yang digunakan.

Solar Urticaria

Solar urticaria merupakan bentuk yang jarang dari jenis alergi sinar matahari dan dianggap sebagai satu-satunya bentuk sejati alergi matahari.

Jenis alergi ini mengakibatkan gatal-gatal pada kulit. Gejala akan muncul dalam beberapa menit setelah paparan sinar matahari, dan berangsur hilang dalam beberapa jam.

Penyebab Alergi Sinar Matahari

Kulit kemerahan, gatal-gatal dan lecet ini adalah konsekuensi dari interaksi sinar matahari dengan faktor lainnya, terutama produk kosmetik, tabir surya dan bahkan partikel kecil dari serbuk sari tanaman berbunga. Alergi matahari bisa dipicu oleh penyakit serius seperti hepatitis dan sirosis hati, gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit darah, serta penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu seperti antibiotik, barbiturat, atau kontrasepsi oral.

Gejala Alergi Sinar Matahari

Gejala umum akibat paparan sinar matahari adalah kulit akan terasa sakit, terbakar, memerah bahkan gatal-gatal. Selain itu, gejala lainnya adalah timbulnya lecet, benjolan dan belang pada area kulit yang langsung terkena paparan sinar matahari.

Di beberapa kasus, begitu ada tanda-tanda pertama alergi matahari yang diabaikan dan serangan sinar matahari pun berkelanjutan, maka akan cepat menimbulkan gejala kulit kasar dan mengeras.

Pencegahan Alergi Sinar Matahari

Ada beberapa cara pencegahan untuk mengurangi risiko alergi matahari:

  • Melindungi diri dari pancaran sinar UV rays, secara benar
  • Gunakan lotion sunscreen dengan kadar SPF minimal 15 dan pastikan Anda juga memakai lip balm pada bibir Anda dengan kadar SPF yang sama agar bibir terlindungi dari paparan sinar UV.
  • Gunakan pelindung kulit dengan tingkat perlindungan yang tinggi dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kulit tentang keamanannya.
  • Bila ingin berjemur di pantai, berjemurlah di tempat teduh
  • Memakai pakaian warna terang, atau memakai topi, celana dan kemeja lengan panjang